Kepulauan Meranti

Waduh, Oknum Polisi di Meranti Tampar Keponakan Hingga Pingsan

Waduh, Oknum Polisi di Meranti Tampar Keponakan Hingga Pingsan

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Jonni Hariyanto, polisi berpangkat brigadir yang menampar seorang remaja perempuan hingga jatuh tersungkur di Selatpanjang, Sabtu (29/6/2019) diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kepulauan Meranti.

Informasi yang berhasil dirangkum, status Anggota Polsek Rangsang Barat yang juga Bhabinkamtibmas Desa Bungur ini masih sebagai terduga pelaku penamparan terhadap Penti Novita Sari (17) warga Jalan Perumbi, Desa Banglas Barat.


Korban itu sendiri merupakan keponakan Bripka Jonni. Dari keterangan keluarga Penti, alasan penamparan dikarenakan Bripka Jonni kesal akibat keponakannya sempat melontarkan kata- kata kasar.

Meski aksi penamparan juga dilatarbelakangi masalah keluarga, namun Polres Kepulauan Meranti tetap memproses Bripka Jonni sesuai ketentuan yang berlaku.

Penti yang kini terbaring lemah di ruang Asoka III A RSUD Kepulauan Meranti mengalami patah tulang dibagian hidungnya.


Saat ditemui awak media, Minggu (30/6/2019) Penti menceritakan kronologis kejadian yang sebenarnya.

Awal kejadian, Penti meminta izin kepada ibunya untuk berpergian bersama temannya ke Desa Tebun. Namun hal itu, membuat Penti nekad dan tidak pulang kerumah selama empat hari.

Baca Juga :  Kapolres Meranti Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat

Ibunya yang merasa resah lalu menyuruh Jonni yang merupakan paman korban untuk mencarinya. Jonni yang berusaha mencari informasi keberadaan Penti itu pun sempat cekcok via telpon genggamnya.

“Dia menelpon saya agar pulang, namun saya bilang jangan urus saya, karena saya bisa pulang sendiri, lalu dia bilang akan mencari kemana pun saya pergi,” kata Penti yang saat itu langsung menutup telpon.

Beberapa hari kemudian, Penti pulang kerumahnya di Jalan Perumbi. Sore itu siswa yang duduk di kelas XII SMAN 3 Selatpanjang ini sedang memotong ubi. Lalu Jonni yang tiba- tiba datang langsung memukul Penti hingga rebah ke tanah.

Saat itu, istri Jonni yang mencoba untuk melerai, namun dia pun tidak luput dari pukulan keras suaminya. Akhirnya pukulan kedua pun mendarat dibagian wajah Penti hingga mengeluarkan darah.

Baca Juga :  Ini Masukan Bupati Irwan Kepada KPU dan Bawaslu Jelang Pilkada Serentak 2020

Penti yang berusaha berlari terus dikejar oleh Jonni yang sedang kalap.

“Saya berlari untuk mencari pertolongan, namun terus dikejar. Akhirnya setelah sampai kerumah bibik, dan saya tak ingat apa- apa lagi,” ujar Penti.

Saat ini Penti sedang mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Rencananya dia juga akan dirujuk ke RSUD M Sani, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH saat dikonfirmasi Minggu (30/6/2019) sore membenarkan bahwa laporan tentang aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan.

La Ode mengatakan bahwa laporan tersebut diketahuinya pada pagi hari. Dirinya kemudian sudah memerintahkan anggota Provos untuk menahan terduga pelaku.

“Tadi pagi yang bersangkutan (terduga pelaku) sudah ditahan di Polres, sekarang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Satreskrim,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa terduga pelaku penganiayaan selama proses penanganan akan ditahan.

“Jadi kita proses dulu, dia tidak boleh kemana-mana,” terang La Ode.

Baca Juga :  Camat TTB Resmi Tutup Giat Pekan Muharam Dan Tahun Baru Islam 1439 H Di Alai

La Ode mengatakan, selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya juga saat ini sedang menunggu hasil visum dari korban. Hal ini dikatakan La Ode agar bisa proses pemeriksaan bisa berlanjut dan dapat ditentukan hukuman yang akan diterapkan.

“Yang pasti kalau itu penganiayaan jelas hukumannya, tapi kita juga tunggu hasil visum sehingga bisa kita tentukan langkah selanjutnya,” ujar La Ode.

Melalui peristiwa ini Kapolres mengatakan bahwa tidak akan mentolerir segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya.

“Yang pasti kita tidak adakan mentolerir bentuk penganiyaan. Siapapun yang bersalah tetap akan kita proses,” pungkas Kapolres.

Saat ditanya pengobatan korban, Kapolres juga mengatakan bahwa akan ikut membantu.

“Yang pasti ini sebenarnya permasalah keluarga. Jadi kita nanti akan tetap minta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan. Dari kita juga nanti akan membantu.” ujar Kapolres. (A03/09).

Editor : Edi Saputra


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: