Pekanbaru

Tokoh Papua di Riau Menghimbau Mahasiswa Papua Untuk Fokus Belajar,Begini Ceritanya

Tokoh Papua di Riau Menghimbau Mahasiswa Papua Untuk Fokus Belajar,Begini Ceritanya
Foto : Abdul Malik Rumbiak alis Pace.

PEKANBARU-Abdul Malik Rumbiak atau biasa dipanggil Pace merupakan salah seorang tokoh Papua yang dituakan di Provinsi Riau selain Bapak Linou Mayona dan Bapak Willy. Pace adalah sosok yang mudah dekat dengan siapa saja,termasuk sangat dekat dengan mahasiswa-mahasiswa di salah satu universitas tempatnya bekerja sebagai petugas keamanan 25 Tahun lalu.

Begini cerita Abdul Malik alias Pace pada tim KMG Riau,Rabu (28/8/2019),Pace masuk ke Provinsi Riau untuk mengadu nasib di Kota Pekanbaru ini sebagai orang Papua yang biasa hidup keras dan penuh liku-liku,sampai akhirnya Pace menikah dengan seorang wanita Asli Kampar dan memiliki dua orang anak.


“Pace selalu menyampaikan kepada mahasiswa-mahasiswa Papua dan Papua Barat di beberapa universitas di Pekanbaru agar selalu dapat menyesuaikan diri,karena masyarakat Papua dan masyarakat Tanah Melayu Riau memiliki kultur yang berbeda,”terang Pace.

Baca Juga :  Ketua Projo Meranti,Rizal Fahri,Kujungi Kampung Jokowi Desa Banau Rangsang Pesisir Meranti,Riau

“Orang Papua juga terkenal keras karena terbiasa dengan alamnya yang juga keras di Tanah Papua,namun jadikan hal tersebut sebagai tantangan buat mahasiswa Papua,”ucap Pace lagi.

Pace saat ini merasa bahagia dan nyaman tinggal di Tanah Melayu yang menjunjung sopan santun dan etika ketimuran,sembari bekerja Pace dan istri juga membuka kantin diareal universitas tersebut.


“Untuk mewujudkan rasa syukur atas rezeki yang didapat di kantin mereka menggratiskan makanan Khas Papua berupa “Papeda” setiap hari Jumat agar barokah dan menambah rezki,”terang Pace pada tim KMG.

Baca Juga :  Polda Riau Tangkap 5 Pelaku Jaringan Illegal Taping Antar Provinsi, Rugikan Negara 2,4 Miliar Rupiah

Itulah sosok Pace yang sederhana,lembut dan penuh humoris walaupun perawakan terkesan keras. “Pesan Pace ke Mahasiswa Papua yang berada di Pekanbaru atau Riau,tidak perlu terlalu terpengaruh dan terganggu dengan perhatian terhadap mahasiswa Papua di Kota lain,fokuslah belajar dan bersosialisasi hidup aman dan nyaman di Tanah Melayu ini,karena sebagai warga negara Indonesia kita memiliki hak dan kewajiban yang sama,dan tidak boleh ada diskriminasi,karena apabila mahasiswa Papua sudah nyaman dan tenang belajar di Tanah Melayu ini maka mahasiswa akan cepat berhasil dan sukses meraih gelar sarjana,”imbuh Pace optimis. (Ramlan/tim/red)

Baca Juga :  Bus Pengangkut Kafilah MTQ Rohul Tabrakan Dengan Truk

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: