Kepulauan Meranti

Tidak Memikirkan Dampak Lingkungan,Kades Tj Peranap Bangun Kilang Sagu Berdekatan Dengan Sekolah

Tidak Memikirkan Dampak Lingkungan,Kades Tj Peranap Bangun Kilang Sagu Berdekatan Dengan Sekolah

Liputan : Misjan

MERANTI,TiraiPesisir.Com – Entah apa yang ada didalam pukiran Iswandi alias Nutih Kepala Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti membuat kebijakan dengan membangun kilang sagu melalui program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) berdekatan dengan sarana pendidikan yang tidak memikirkan dapak pencemaran lingkungan.


Dari pantauan media ini dilapangan, keberadaan kilang sagu yang baru saja dibangun oleh kepala desa melalui program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) bersumber dari dana DDS tahun 2017 sebesar Rp 70 jt yang berlokasi didusun lll Parit Laji terlihat lebih kurang hanya 50 Merter dari Sekolah Dasar Negeri 6 Desa Tanjung Peranap.

Bila kilang saga tersebut difungsikan tentu menyebabkan pencemaran lingkungan,limbah yang menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu aktivitas belajar dan mengajar.

Selain itu menurut informasi yang didapat dari beberapa masyarakat setempat yang tidak mau disebut namanya satu persatu saat berbincang-berbincang bersama awak media ini menjelaskan, Pembangunan kilang sagu yang menjadi aset pemerintah desa tersebut dibangun diatas tanah milik mertuanya tanpa ada kepastian yang jelas apakah dihibah atau izin pinjam pakai.


“Seharusnya pembangunan yang menjadi aset pemerintah desa,kecamatan maupun daerah hendaknya dibangun dilahan bersetatus yang jelas dan bukan dilahan masyarakat apa lagi diatas tanah mertuanya, ini pasti menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” kata sumber.

Menurut sumber, Jika dihibah juga harus jelas hibah diperuntukan apa, begitu pula jika mengunakan izin pinjam pakai berapa lama jangka waktunya, bagai mana pembangunan aset desa jika tanah tersebut diminta kembali oleh pemiliknya.

“Kepala Desa Nutih mendirikan kilang sagu diatas tanah mertuanya bukan untuk masyatakat melainkan untuk kepentingan keluarganya,mengapa tidak, jika mertuanya mengambil tanah tersebut otomatis kilang sagu yang dibangun melalui dana DDS sudah pasti dikuasai keluarganya,yang menjadi pertanyaan lagi mengapa pembangunan kilang sagu yang diprioritaskan,sementara masih banyak pembangunan yang lain yang harus dibangun seperti jalan dalam desa banyak yang sudah rusak dan perlu dibangun,” ucap terangnya.

Kepala Desa Tanjung Peranap Aswandi alias Nutih ketika dikonfirmasi media ini melalui via telfon beberapa hari lalu
terkait hal tersebut, ia awalnya mengatakan lahan tersebut mengunakan izin pinjam pakai dari mertuanya.

“Tanah kita mengunakan izin pinjam pakai,dan pihak sekolah tidak berhak mengintroversi,inikan pembangunan untuk masyarakat,” Kata Nutih kepada wartawan media ini,ditanya berapa lama izin pinjam pakai tersebut ia berkelah kalau tanah diwakafkan oleh mertuanya.***

Editor     :
Sumber :
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: