Peristiwa

Tidak Diberikan Izin Gunakan Ambulan Puskesmas Cikokol,Supriyadi Bopong Jenazah Anaknya Dengan Berjalan Kaki,Ini Tidak Manusiawi

Tidak Diberikan Izin Gunakan Ambulan Puskesmas Cikokol,Supriyadi Bopong Jenazah Anaknya  Dengan Berjalan Kaki,Ini Tidak Manusiawi
Supriyadi Saat Membopong Jenasah Husin,Karena Tidak diberikan Pinjam Ambulan Oleh Puskesmas Cikokol Kota Tangerang. Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

TANGERANG,TIRAIPESISIR.COM-Peristiwa menggunggah hati dan sangat memilukan terjadi di Kota Seribu Industri dan Jasa,Kota Tangerang,seorang warga di Kampung Kelapa,Kelurahan Kelapa Indah,Kota Tangerang. Supriyadi terpaksa membopong mayat anaknya setelah ambulan Puskesmas Cikokol menolak mengantar ke rumah duka.

Muhamad Husen (8) diketahui merupakan korban tenggelam di Sungai Cisadane. Bocah laki-laki malang itu kemudian ditolong dan dilarikan oleh warga ke Puskesmas Cikokol guna mendapatkan pertolongan medis.


Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

Namun naas,nyawa bocah laki-laki berusia 8 tahun itu tidak dapat tertolong sesampainya di Puskesmas Cikokol. Petugas Puskesmas menyatakan Husen telah meninggal dunia akibat terlalu banyak menelan air.

Baca Juga :  Kesalkan Pengguna Jalan : Perbaikan jembatan Tol Bandara-Ancol,Sudah Dua Minggu Tidak Ada Pekerjaannya

Supriyadi yang datang ke Puskesmas berusaha mengikhlaskan kepergian anaknya. Dia pun segera memohon meminta agar jenazah Husen diantar ke rumah dengan menggunakan mobil ambulan dari Puskesmas. Namun permintaan itu justru ditolak mentah-mentah oleh petugas Puskesmas bernama Suryadi.

Alasannya,mobil ambulan Puskesmas hanya untuk mengangkut pasien sakit. Hal itu sudah menjadi SOP dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.


“Ini sudah menjadi SOP dari Dinas Kesehatan,Ambulan Puskesmas hanya untuk mengangkut pasien sakit,”ucap Suryadi petugas Puskesmas Cikokol yang tidak manusiawi itu.

Baca Juga :  Alumni SMP PGRI 1 Ciledug Angkatan 89 Gelar Reuni Santuni Anak Yatim

Penjelasan tersebut tentu saja membuat hati Supriyadi terpukul,namun saat itu yang terpikir dibenaknya hanya ingin segera memakamkan jenazah anaknya. Tak pikir panjang,Supriyadi langsung membopong jenazah Husen berjalan kaki keluar Puskesmas.

Dengan tertatih,Supriadi membawa jenazah anaknya menuju jembatan penyeberangan orang. Melihat peristiwa yang memilukan itu,seorang pengendara menghentikan laju mobilnya dan memberikan tumpangan kepada Supriyadi.

Secara terpisah,menurut keterangan Teddy Safei,salah seorang sopir Ambulance yang kerap dimintakan bantuan tenaga untuk mengantar jenazah keluar daerah ketika masyarakat ada yang membutuhkan mengatakan,korban yang tenggelam dua orang yang satu dimakamkan di Kulon Progo dan ia yang mengantarkan jenazahnya. “Ini saya baru pulang dari sana,” ucap Teddy.

Baca Juga :  Cuaca Buruk,Dua Pesawat Singapura Mendarat Darurat di Batam

Sementara,menurut keterangan Kapolsek Tangerang Kota,Kompol Puji Hardi peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/8/2019) sekira pukul 14.30 Wib lalu.

Terkait SOP Puskesmas tersebut,hingga berita ini diterbitkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang belum dapat memberikan penjelasan apakah prosedur penggunaan ambulan Puskesmas itu tidak boleh digunakan untuk membawa jenazah. (Dwi Wahyudi/A/07/09)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: