Dumai

Terkait Penjualan Lahan di Kelurahan Tanjung Penyebal Kota Dumai,M.Nuh Diminta Warga Dijerat Sesuai Proses Hukum

Terkait Penjualan Lahan di Kelurahan Tanjung Penyebal Kota Dumai,M.Nuh Diminta Warga Dijerat Sesuai Proses Hukum

SEI SEMBILAN,TIRAIPESISIR.COM-Perselisihan masalah lahan perkebunan dan pertanian di Kecamatan Sei Sembilan,Kota Dumai kerap terjadi. Pasalnya,karena alas hak kepemilikan lahan perkebunan dan pertanian di Kecamatan Sei Sembilan banyak yang tumpang tindih. Hal ini terjadi,disebabkan kurangnya kehati-hatian aparat Kelurahan maupun Kecamatan dalam pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) atau Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) dan buruknya sistem manajemen administrasi di kantor-kantor tersebut.

Untuk mengantisipasi hal ini,pejabat Aparatur Negeri Sipil (ANS) dan Honorer di Kelurahan maupun di Kecamatan itu harus bekerja sungguh-sungguh dengan SDM yang profesional. Artinya,diharapkan seluruh aparat terkait di Kelurahan dan di Kecamatan harus benar-benar dalam menata pekerjaan administrasi dengan baik,agar tidak terjadi surat-surat tanah yang tumpang tindih dan amburadul.


Sebagaimana diketahui,dalam kasus surat-surat tanah khususnya di Kota Dumai,sudah ada beberapa Camat yang terjerat kasus hukum,dan sudah sampai ke tahap pengadilan serta sudah ada keputusan tetap (Inkrah).

Baca Juga :  Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato Akhirnya Resmikan Perusahaan Industri Minyak Di Dumai

Kini terjadi lagi masalah kasus lahan yang terletak di Kelurahan Tanjung Penyebal,Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai. Menurut Keterangan sumber dari 12 orang warga Kelurahan Tanjung Penyebal,yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya kepada Media ini menuturkan, sesuai hasil musyawarah dengan Pak Seoparto,telah membuat keputusan bahwa pihaknya mendapatkan masing-masing 1 Ha,dan Pak Seoparto memberikan kuasa sepenuhnya kepada M.Nuh untuk menyelesaikan masalah itu. Namun sayangnya,hingga kini tidak kunjung selesai.

“Kami dari 12 orang warga Kelurahan Tanjung Penyebal,sangat menyesalkan terkait urusan lahan peninggalan orang tua kami yang dikuasakan kepada M.Nuh tidak ada penyelesaian yang pasti,”ujar sumber.


Menurut sumber,luas lahan tersebut lebih kurang 170 Ha,dan lahan Ujang Sencana seluas lebih kurang 40 Ha,sejumlah lahan tersebut diduga dijual M.Nuh kepada warga keturunan tiong hoa yang bertempat tinggal di Kota Dumai.

Baca Juga :  Kasatpol-PP Kota Dumai,Bambang Wardoyo,SH : PKL Tidak Boleh Lagi Berjualan Menempati Tanah Pertamina

“Sudah hampir dua tahun urusan lahan tersebut dikuasakan kepada M.Nuh,diduga sudah dijual M.Nuh,bahkan M.Nuh berjanji setelah laku akan diberikan uangnya,tapi hingga kini M.Nuh tidak menepati janjinya,dan diduga M.Nuh merekayasa surat-surat lahan tersebut,”tutur sumber lagi.

Terkait masalah tersebut,salah satu warga sudah melaporkan ke Polresta Dumai,sementara M.NUH dijumpai mengatakan,lahan tersebut sebagian ada yang sudah dibayarkan pada warga, namun apa yang dikatakan M.NUH tidak benar. Warga berharap kepada aparat penegak hukum Kepolisian Kota Dumai,agar segera mengusut dan memeriksa aparat Kelurahan yang merekayasa surat-surat tersebut dan menjerat M.NUH sesuai proses hukum. (TIM)

Baca Juga :  Ketua PWRI Dumai,Ikut Mendukung Gubri,H.Syamsuar Menertibkan Tempat Hiburan Malam dan Warnet di Riau

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: