Hukum

Terkait Excavator Milik Negara Diduga Dikomersilkan Kades Tanjung Peranap,Kades Topang Diperiksa Kejari Meranti

Terkait Excavator Milik Negara Diduga Dikomersilkan Kades Tanjung Peranap,Kades Topang Diperiksa Kejari Meranti
Excavator milik Dinas Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti saat berada di Kilang Sagu milik Charly warga Selatpanjang di Kampung Balak Desa Tanjung Peranap. Foto : redaksi tiraipesisir.com

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Terkait tentang penggunaan alat berat jenis excavator merk Hyundai PC 80-7 milik negara melalui Dinas Perkebunan dan Holtikultura Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,yang diduga dikomersilkan oleh oknum Kepala Desa Tanjung Peranap,Kecamatan Tebing Tinggi Barat,Uteh Aswandi alis Nutih,berimbas terhadap Kepala Desa Topang,Kecamatan Rangsang,Syamsuharto,diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Meranti,beberapa waktu lalu.

“Ia,masalah excavator milik Dinas Perkebunan Kabupaten Meranti yang dipinjam Kades Tanjung Peranap itu saya diperiksa Kejari,dan saya sampaikan apa adanya,”ujar Syamsuharto ketika dikonfirmasi tiraipesisir.com,melalui telepon selulernya,Rabu (7/5).


Foto : redaksi tiraipesisir.com

Excavator itu,kata Syamsuharto,semula berada di Desa Topang dipinjam atas nama Pemerintah Desa Topang dari Dinas Perkebunan,digunakan untuk keperluan petani dengan jangka waktu selama tiga bulan.

Baca Juga :  Hendri ditahan karena laporan berbeda.

“Excavator itu kita pinjam dari Dinas Perkebunan Meranti atas nama Pemerintah Desa Topang,kita gunakan untuk penggalian tali air untuk keperluan petani,dan masa jangka waktunya selama tiga bulan. Bila diperlukan lagi,jangka waktunya bisa diperpanjang,”kata Syamsuharto menjelaskan.
Kenapa Excavator itu berada di Desa Tanjung Peranap,terang Syamsuharto, berhubung masa jangka waktu pinjam kita sudah berakhir selama tiga bulan,dan pada waktu itu Kepala Desa Tanjung Peranap,Nutih,mau meminjam excavator itu,sesuai aturan kita diberikan.

“Berhubung masa jangka waktu pinjam kita sudah berakhir selama tiga bulan,excavator itu dipinjam,Nutih,Kades Tanjung Peranap,sedangkan untuk biaya olah gerak excavator tersebut kita minta uang sebesar Rp 40 Juta,”terang Syamsuharto.


“Itulah yang saya jelaskan kepada Kejari saat saya diperiksa,dan untuk apa excavator itu diganakan Kades Tanjung Peranap,Nutih,saya tidak mengetahuinya,”katanya lagi.

Baca Juga :  Jokowi Digugat! Ngamuk Jualannya Rugi Bandar, Pedagang Eceran Tuntut Ganti Rugi Rp 10 M, Sebut Presiden Tak Becus Tangani Covid-19 : Sangat Melecehkan Akal Sehat!

Secara terpisah,Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Kepulauan Meranti,Syafril,ketika dikonfimasi di ruang kerjanya kepada tiraipesisir.com mengatakan,terkait tentang pinjam meminjam alat berat excavator milik milik negara itu bukan hanya diatur dengan peraturan menteri dalam negeri,peraturan pemerintah,dan peraturan daerah. Selain itu,diatur juga dengan Pedum dan Juknis.

“Tentang pinjam pakai Excavator itu,diatur dengan Pedum dan Juknis,dan harus tunduk dengan Pedum dan Juknisnya,kalau melanggar dengan Pedum dan Juknisnya tentu akan berhadapan dengan hukum,”kata Syafril.

Baca Juga :  Ratna Sarumpaet Divonis Sebagai Pembuat Keonaran

Sementara,Pj.Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Kepulauan Meranti,Tengku Efendi,yang coba dikonfirmasi terkait adanya dugaan excavator milik Dinas Perkebunan dikomersilkan oleh oknum Kades Tanjung Peranap,Uteh Aswandi alias Nutih,mengaku bahwa pihaknya sudah diperksa Kejari Meranti.
“Ya sudah,terkait masalah itu,saya sudah diperiksa Kejari Meranti,”katanya. (A01/09)
Editor : Zainuddin


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: