Pekanbaru

Terdakwa Menghina Presiden RI,Pria Ini Ikuti Sidang Dipengadilan Pekanbaru

Terdakwa Menghina Presiden RI,Pria Ini Ikuti Sidang Dipengadilan Pekanbaru

Pekanbaru,TiraiPesisir.com – Mohammad Abdullah Harsono, warga Jalan Bawal 31 Pekanbaru, salah seorang grup saracen, diadili di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin, (6/11/2017). Ia didakwa menghina Presiden Jokowi dan menebar kebencian melalui media sosial elektronik.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Martin Ginting SH, Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Yusuf Ibrahim SH, menyebutkan, Mohammad Abdullah Harsono tanvgal 9 April 2015 membuat postingan facebook dengan user name Harsono Abdullah, yang isinya memuat gambar Presiden Jokowi dan tulisan berupa kata-kata “Salam Pembebasan..!!! Komando !!! Kami dari BEM SI mengajak kawan-kawan yang berada di Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Muhammadyah, Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia … untuk bergabung bersama kami dalam aksi serentak tanggal 20 Mei 2015 dengan agenda penurunan Presiden Jokowi, karena telah mengingkari janjinya, serta membuat kebijakan yang mencekik rakyat”.


Atas perbuatan terdakwa Mohammad Abdullah Harsono ini, Jaksa Penuntut umum mendakwa terdakwa dengan empat dakwaan berlapis. Dakwaan pertama, terdakwa Mohd. Abdullah Harsono Bin Alm. M. Idrus Al Fasya pada waktu antara bulan April 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015, bertempat di rumah terdakwa jalan Bawal No. 31 RT.002 RW.006 Kel. Wonorejo Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Baca Juga :  Ilegal loging di Desa Tanah Merah, Rohil, Polda Riau diminta Turun Tangan

Dakwaan kedua, sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1 yakni berupa membuat tulisan atau gambar untuk ditempatkan, ditempelkan, atau disebarluaskan di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat dilihat atau dibaca oleh orang lain.

Dakwaan ketiga, di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia yang berarti tiap-tiap bagian rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara,


Keempat, dengan sengaja dimuka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.***

Baca Juga :  Paslon Berseri Jalani Pemeriksaan Kesehatan Di RSUD Arifin Achmad

Source : SegmenNews.com


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: