Kepulauan Meranti

Tegakkan Hukum,Kejari Meranti Dinilai Inkonsistensi dan Tebang Pilih

Tegakkan Hukum,Kejari Meranti Dinilai Inkonsistensi dan Tebang Pilih
Foto : Wir/Riau Pos.Co

MERANTI,TIRAPESISIR.COM-Penetapan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi terhadap oknum jajaran Dishub Kabupaten Kepulauan Meranti, tokoh pemuda Meranti,Ramlan Abdullah menilai terkesan dipaksakan.

Dikutip dari Riau Pos.Co, sebagaimana diungkapkan Ramlan Abdullah, yang juga sebagai Sekretaris DPC Hanura Kepulauan Meranti, kasus tersebut tidak ada bedanya dengan kasus yang lain yang semula tangani oleh Kejaksaan Meranti.


Beberapa dugaan penyelewengan yang sama bahkan tidak maju hingga ketingkat penyidikan seperti kasus ini. Kasus yang lain tersebut malah diserahkan kepada Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang dugaan kerugiannya dinilai lebih besar.

Baca Juga :  Dalam Rangka Pilkada 2020, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Laksanakan Patroli di Setiap Wilayah

“Ada beberapa kasus, padahal saksinya telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Setelah itu, mereka serahkan ke APIP. Kenapa kasus Dishub ini dapat perlakuan yang sama? Jadi saya nilai ada inkonsistensi atas kinerja Kejaksaan Meranti yang baru,” ujarnya.

“Untuk kasusnya tak perlu-lah saya beberkan, yang jelas dugaannya kerugian negaranya cukup besar. Cukup sama sama tau saja kita,” tambahnya.


Terlebih bicara T4PD yang saat ini belum berfungsi dengan maksimal. “Beberapa pekerjaan yang diawasi oleh T4PD juga ada yang gak selesai. Tapi gimana tindaklanjutnya,” ujarnya lagi.
Untuk itu ia meminta kepada Kejagung dapat mengevaluasi kenerja anggotanya yang bertugas di Kepulauan Meranti. (A01/09)
Sumber : Riau Pos.Co

Baca Juga :  Sanggah Publik : LPSE Meranti Off Line,Masyarakat Tidak Diberi Monitoring Proses Lelang Proyek 2017 di Kab.Meranti

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: