Kepulauan Meranti

Soal Kritik Pedas 100 Hari Kerja, Adil : Mereka Tong Kosong

Soal Kritik Pedas 100 Hari Kerja, Adil : Mereka Tong Kosong
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H M Adil kecewa kritikan pasca 100 hari kerja yang menurutnya tanpa didasari fakta yang akurat. Bahkan ia menganggap kritik tersebut “asal bunyi” dan nyaris seperti tong kosong.

“Kritik saja tapi janganlah asal bunyi seperti itu. Ya jadinya seperti tong kosong. Kalau dipukul bunyi saja yang kuat, tapi tak ada isi,” ujar Adil, Minggu (5/6/21) siang.


Pada dasarnya, Ia mengaku sedang menjalankan apa yang telah dianggarkan oleh kepala daerah sebelumnya. Walaupun tanpa harus bongkar pasang APBD dan on the track, menurutnya kinerja pemda tetap prioritaskan kebutuhan masyarakat jangka pendek dan panjang.

“Pertama yang telah berhasil perbaikan internal. Mulai dari penertiban sikap, kinerja PNS hingga honorer. Alhamdulillah hasilnya mereka semua udah mulai disiplin,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, perbaikan pelayanan juga ikut digenjot. Seperti pelayanan kesehatan bersih di RSUD. Upaya itu dibarengi dengan penambahan enam dokter spesialis yang saat ini masih proses. “Selain itu juga, kami sedang sinkronisasi sistem. Sehingga ke depan masyarakat bisa berobat hanya bermodal KTP dan atau BPJS. Jelas ini berjalan menunggu RPJMD rampung” ujarnya.


Adil membeberkan jika progres penyusunan RPJMD 2022 sudah memasuki babak penandatanganan MoU dengan DPRD. Dalam waktu dekat, akan segera rampung. “Jadi harus satu visi dan misi. Saya wajib penuhi semua janji politik saya, kepada masyarakat. Termasuk seluruh OPD dan perusahaan yang beroperasi di Meranti ikut sama menyukseskan program strategis yang saya dengan pak Asmar susun,” bebernya.

Baca Juga :  Kondisi Jalan Poros Desa Bokor Hancur, Pekerjaan PT.Andam Dewi Lestari 2017 Tidak Berkualitas

Begitu juga bantuan sepeda gratis untuk anak sekolah di Kepulauan Meranti. Saat ini ia mengaku telah memanggil beberapa perusahaan yang dimaksud. “Kemarin kita sudah panggil EMP Malacca Strait untuk penuhi itu (sepeda). Besok kita panggil RAPP. Jadi kerja ini, kerja keroyokan,” ujarnya.

Begitu juga peran dari seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Diungkapkannya jika pemda akan melakukan MoU dengan universitas terkemuka untuk kerjasama dalam menyalurkan beasiswa SI hinhga S3.

“S1 sampai S3 gratis. Ini sekarang kita susun konsepnya dan postur anggarannya. Targetnya dalam lima tahun 500 master 200 doktor. Dari data kita sudah terkumpul 120 orang calon dokter yang akan kita berangkatkan menjadi master,” ujarnya.

Baca Juga :  Cun Cun,SE.M.Si Gelar Silaturahmi dan Reses ke-2 di Selatpanjang Barat

Seterunya, kata Adil, yang benar-benar sudah berjalan dengan baik adalah adalah inovasi layanan pencatatan sipil. Dalam sekejap pengajuan penerbitan KTP, akta kelahiran, kematian, KIA hingga KK bisa langsung diterbitkan. Gak perlu nunggu lama-lama lagi seperti sebelumnya. Malah kata dia tampa biaya sedikitpun.

Sama halnya, bantuan UMKM untuk seluruh pengusaha setempat “Sudah ribuan kita salurkan dalam 100 hari kerja kami ini. Cuba tanya Disperindag, udah berapa ribu bantuan tersebut disalurkan. Kuota yang saya minta itu 15 ribu pelaku UMKM. 7000 sudah terdata dan disalurkan,” bebernya.

Untuk itu ia mengaku masih banyak lagi yang tdiak bisa papar satu persatu. Terutama penyediaan sumber air bersih, progres umroh gratis, pembangunan jalan, rumah layak huni, pembangunan ruang belajar dan percepatan penanganan sebaran Covid-19 yang menurun drastis. “Semuanya akan kita kerjakan tahun ini. Saya yakin mereka tak tau dengan informasi tersebut,” ujarnya.

Menanggapi komentar miring 100 hari kerjanya tersebut ia mengaku tidak mau menanggapi terlalu berlebihan. “Selagi bisa saya kerjakan, saya pasang badan. kalau ada kepala dinas yang tak sanggup mundur, atau kita singkirkan saja. Yang penting masyarakat senang dan terbantu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Limbah Repu Kilang Sagu Milik Akang Sonde Mencemari Hutan dan Laut, Diminta DLH Meranti Menghentikan Sementara Kegiatan Produksinya

Seperti diberikan sebelumnya, Ketua Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal berkomentar pedas pasca 100 hari kerja H M Adil. Ia merasa 100 hari kerja Adil, hanya mampu mengubah warna kantor.

Dikatakannya pelaksanaan program seratus hari sama sekali tidak nampak nilai positifnya. Parahnya menurut Jef kesuksesan yang dihasilkan bupati hari ini hanya soal mengecat warna gedung pemda, puskesmas, kantor camat yang terlalu pragmatis dan mendominasi kepartaiannya saja.

Kemudian mengecek para pekerja, baik honorer maupun PNS yang terlihat kurang fair dan kurang profesional dalam meningkatkan kedisplinan kinerja bawahannya.

Sehingga, ia menganggap Adil sukses membuat bawahannya terancam dan tidak nyaman bekerja, akibat rencana memecat seluruh bawahannya yang tidak dianggap satu pilihan politik.

Untuk itu hendaknya DPRD Kepulauan Meranti berani mengawal kebijakan pemda yang dianggap tidak fair serta tidak produktif. Terlebih soal honorer, pengalokasian dana Covid-19 dan pragmatis dalam bekerja. (A01)

Editor     : Dhamean Hasibuan
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: