Hukrim

Setelah Di PTDH, Briptu TH Dibawa Ke Pekanbaru

Setelah Di PTDH, Briptu TH Dibawa Ke Pekanbaru

Liputan : Dhamean & Misjan

MERANTI,TiraiPesisir.Com – Usai sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri terhadap 4 personil Polres Meranti yang melanggar aturan,rabu (16/08). Personil itu yakni Briptu TH,Bripda JY, Bripda RI serta Brigadir Ra.


Pantauan media ini, pada sidang KKEP tersebut dipimpin langsung Kompol DR Wawan Setiawan SH MH selaku Ketua Komisi, didampingi Wakil Ketua Kompol Areng Swasono dan anggota Iptu Syamsueri.

Sementara bertindak sebagai penuntut adalah Ipda Ricki Marzuki SH, Kasi Propos Polres Kepulauan Meranti.

Agenda sidang tanggal 16 Agustus 2017 keempat ini membacakan tuntutan terhadap 4 personil yang melanggar aturan. Namun, satu diantaranya, Briptu TH, langsung dibacakan putusan berupa rekomendasi PTDH.


Beberapa poin yang memberatkan Briptu TH adalah, terduga pelanggar melakukan Pelanggaran Kode Etik terkait tindak pidana pencurian sepeda motor roda dua (curanmor), Selasa (25/12/2017) sekira jam 03.00 WIB, di parkiran hotel Pantai Marina Kabupaten Bengkalis.

Akibat perbuatan itu, terduga pelanggar telah menjalani hukuman kurungan selama 10 (sepuluh) bulan kurungan di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Bengkalis, sesuai dengan petikan putusan Pengadilan Negeri Bengkalis No.446 / Pid.B / 2013 / PN.Bks, tanggal 23 Oktober 2013.

Terduga pelanggar pernah melakukan pelanggaran PPRI No 2 tahun 2003 yaitu positif mengunakan Narkotika jenis shabu-shabu berdasarkan Nomor : LP / 32 / II / 2017 / Sipropam, tanggal 27 Februari 2017. Ia telah dilakukan sidang disiplin dengan putusan Penempatan Khusus 21 (dua puluh satu) hari dan teguran tertulis berdasarkan Keputusan Penghukuman Disiplin Nomor: KHD/ 34/ V/ 2017 / Sipropam, tanggal 02 Mei 2017.

Briptu TH juga melakukan Pelanggaran PPRI No 2 tahun 2003 yaitu tidak masuk Dinas selama 16 (enam belas) hari kerja secara berturut-turut tanpa keterangan berdasarkan Nomor : LP I 01 / II / 2017 / SPKT, tanggal 09 Februari 2017.Melakukan pelanggaran PPRI No 2 tahun 2003 yaitu Positif mengunakan Narkotika jenis shabu-shabu berdasarkan Nomor : LP / 63 / VII / 2017 / Sipropam, tanggal 18 Juli 2017.

Melakukan pelanggaran PPRI No 2 tahun 2003 yaitu Positif mengunakan Narkotika jenis Shabu-shabu berdasarkan Nomor : LP / 64 / VII / 2017 / Sipropam, tanggal 29 Juli 2017, dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh Briptu Taufik Hidayat berdasarkan petikan Putusan Nomor: 32/ Pid. B / 2015 / PN. Bks, tanggal 27 Maret 2015 Tentang Perkara tindak pidana penipuan pasal 378 ayat (1) KUHP dengan pidana penjara kurungan selama 6 (enam) bulan dan surat bebas Nomor: W4.PAS.14.PK.01.02-137 (perkara ditangani Satreskrim Polres Kep. Meranti).

Khusus untuk Briptu TH langsung diputuskan PTDH, sementara tiga lainnya minggu depan.

Selain Briptu TH, juga disidangkan tiga personil lain diantaranya Bripda JY. Atas pelanggaran etik yaitu meninggalkan tugas secara tidak sah selama 195 hari kerja berturut-turut. RNS, meninggalkan tugas selama 115 hari kerja berturut-turut. RNS juga pernah melakukan hubungan suami istri dengan janji mau menikahi.

Selain itu, ia juga terbukti positif menggunakan narkoba, sabu-sabu (belum disidangkan) serta tidak masuk dinas selama 15 hari kerja berturut-turu (juga belum disidangkan). Brigadir Ra, pernah melanggar disiplin sebanyak 4 kali, diantaranya tidak masuk dinas 7 hari kerja di Polsek Tebingtinggi (sidang, putusan tempat kusus 7 hari), kemudian kembali tidak masuk dinas selama 19 hari (belum disidangkan). Sedangkan pelanggaran ketiga dan keempat adalah positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu (juga belum disidangkan).

Ketiganya baru menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan. Sidang putusan akan digelar pada tanggal 22 Agustus 2017 mendatang.

Setelah di PTDH, Briptu TH dan barang bukti langsung dibawa ke pekanbaru (Polda Riau) untuk diproses lebih lanjut.***

Editor     :
Sumber :
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: