Kepulauan Meranti

Sekda Minta BPN Meranti Fasilitasi Pelepasan Kawasan PIPPIB Meranti

Sekda Minta BPN Meranti Fasilitasi Pelepasan Kawasan PIPPIB Meranti

MERANTI, TIRAIPESISIR.COM – Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM, mengikuti kegiatan Sosialisasi penataan hubungan hukum pertanahan dengan tema percepatan kegiatan PTSL Tahun 2021, yang digelar oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Meranti.

Dalam acara itu Sekda Meranti berharap BPN Meranti dapat fasilitasi pelepasan lahan masyarakat dari kawasan Penghentian Izin dan Penundaan Izin Baru (PIPIB) yang dikeluarkan oleh Kementrian KLHK RI, bertempat di Ballroom Hotel Grand Meranti, Rabu 25/11/2020).


Hadir dalam kegiatan itu Sekdakab. Meranti Dr. Kamsol MM, Kepala BPN Meranti Doni Syafrial, Sekretaris Badan Penanaman Modal Meranti Tunjiarto, Camat Rangsang Pesisir Arifuddin, Camat Merbau Abdul Hamid, Perwakilan OPD terkait, Jajaran Pejabat BPN Meranti, serta Para Kades yang wilayahnya masuk kawasan PIPIB.

Dalam kegiatan itu Kepala BPN Meranti Doni Syafrial, memaparkan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mewujudkan intruksi Presiden RI kepada BPN Se-Indonesia untuk menuntaskan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diwilayahnya masing-masing termasuk Kepulauan Meranti yang ditargetkan selesai pada Juni 2024 mendatang.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Rumah Seorang Janda di Teluk Belitung

Untuk itu BPN Kep. Meranti menggandeng Pemkab. Meranti untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut terutama peran Camat dan Kades sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Dijelaskan Doni, untuk penuntasan PTSL ini dilakukan secara bertahap dan untuk tahun 2021 mendatang akan dilakukan untuk 9 ribu bidang tanah yang tersebar diseluruh Kepulauan Meranti. 

“Untuk itu kita berharap peran Kades untuk membantu melengkapi persyaratan seperti Alas Hak, KTP dan lainnya,” harap Ka. BPN Meranti. 

Hanya saja untuk mencapai target PTSL ini diakui Doni Syafrial masih terbantur oleh kebijakan Penghentian Izin dan Penundaan Izin Baru (PIPIB) yang dikeluarkan oleh Kementrian KLHK. Artinya sebelum lahan masyarakat yang masuk kawasan PIPIB dilepaskan Sertifikat Tanah tidak bisa diterbitkan.

Baca Juga :  Antisipasi Kecurangan Caleg, Ketua PWRI-B Meranti Instruksikan Anggotanya Pantau Wilayah PSU

Untuk masalah ini BPN Meranti dikatakan Doni akan melakukan koordinasi dengan Dirjend Planologi Kementrian KLHK RI untuk pelepasan kawasan masyarakat. BPN Meranti juga telah menyiapkan foto pendukung dan peta lapangan untuk meyakinkan pihak Kemetrian KLHK terkait kondisi eksisting. 

“Semoga nantinya usulan kita dapat dikabulkan oleh Dirjend Planologi dalam rangka menyelesaikan isu yang sudah menjadi masalah besar di Meranti,” ucap Doni. 

Pihak BPN Meranti mengklaim untuk lahan yang tidak masuk dalam kawasan PIPIB dapat disertifikatkan paling lambat April 2021 mendatang.

Doni sangat optimis masalah pelepasan kawasan PIPIB Meranti ini dapat berjalan sesuai harapan, karena sebagian besar lahan masyarakat yang masuk kawasan PIPIB telah mengantongi SKT dibawah tahun 2011.

Baca Juga :  Mantap, Mahasiswa Meranti Raih Trophy Runner-Up di Ajang Bergengsi se- Sumatera

“Sebagai contoh di Desa Sungai Cina sebuah lahan ditetapkan sebagai Kawasan PIPIB padahal sejak tahun 1993 lalu BPN Meranti telah mengeluarkan sertifikat untuk pembangunan masjid, artinya kita optimis masalah ini dapat segera selesai,” ujar Doni. 

Upaya yang dilakukan oleh BPN Meranti dalam mengusulkan pelepasan PIPIB di Kepulauan Meranti ke Dirjend Planologi sangat diapresiasi oleh Sekda Kamsol. Karena menurutnya Penghentian Izin dan Penundaan Izn Baru (PIPIB) yang dikeluarkan oleh KLHK ini sangat menyulitkan Pemkab. Meranti untuk merancang program pembangunan salah satunya pengembangan Sagu dimana sebagian kilang Sagu masyarakat masuk kedalam kawasan hutan PIPIB.

“Kita dari Pemda Meranti sangat berharap BPN dapat mencari solusi dan strategi untuk melepaskan lahan masyarakat ini dari kawasan PIPIB, terima kasih atas usahannya,” pungkas Sekda. (A04/19)

Editor     : Dhamean Hasibuan
Sumber : TPC
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: