Hukum

Polda Metro Jaya : Penangkapan Terhadap 6 Orang Pengamen Sudah Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya : Penangkapan Terhadap 6 Orang Pengamen Sudah Sesuai Prosedur
Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Pol Argo Yuwono. Foto : horlas/tiraipesisir.com

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Polda Metro Jaya menanggapi perihal dugaan salah tangkap terhadap kasus pembunuhan oleh 6 orang pengamen di Cipulir, Jakarta Selatan. Polisi mengklaim kalau pihaknya telah melakukan sesuai prosedur dalam penanganan kasus tersebut.

“Polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut. Bukti formil dan materiil telah di penuhi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi tiraipesisir.com, Kamis (18/7/2019).


Bahkan kata Argo, berkas perkara terkait kasus pembunuhan itu telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan dinyatakan lengkap. Sehingga dapat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk melanjutkan proses hukum terhadap ke 6 orang pengamen tersebut.

Baca Juga :  Polsek Kualuh Hulu Tangkap Jurtul Togel di Desa Perpaudangan

“Terbukti, berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa (JPU) dan setelah dilakukan sidang tingkat 1 bahwa pelaku dinyatakan bersalah dan di vonis,” katanya.

Menurutnya, tugas penyidik telah selesai begitu berkas perkara telah masuk ke Kejaksaan dan disidangkan di Pengadilan.


“Tugas penyidik saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan penyerahan tersangka dan barang bukti, Polisi sidik,Jaksa menuntut dan Hakim menvonis. Jadi proses penyidikan tindak pidana sudah selesai dilakukan,” tegas Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dituntut ganti rugi oleh LBH Jakarta atas perkara salah tangkap dalam kasus pembunuhan.

Baca Juga :  Artis FTV Agung Saga Tertangkap Saat Mengkonsumsi NARKOBA

Korban salah tangkap itu mengajukan sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan. Adapun korban yang mengajukan, yakni 4 orang pengamen yang masih di bawah umur saat penangkapan, yakni Fikri, Fatahillah, Ucok dan Pau. 4 orang ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya pada 2013 silam, bersama dua pengamen lainnya.

Ke 6 orangnya ditahan karena dituduh melakukan pembunuhan di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan. Selanjutnya, ke 6 orangnya divonis hakim bersalah dan harus mendekam di balik jeruji besi. Belakangan, ke 6 orang pengamen ini dinyatakan tidak bersalah dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016. Mereka bebas pada tahun 2013.

Baca Juga :  Heintje.G.Mandagie : Kejar SK Dari Presiden,DPI Susun Kekuatan

Tak hanya diduga melakukan salah tangkap, polisi juga dituduh melakukan kekerasan terhadap para pengamen itu agar mau mengaku melakukan pembunuhan.

Oleh karena itu, LBH Jakarta kembali memperjuangkan hak ganti rugi atas penahanan tersebut. Namun tak hanya ganti rugi, mereka juga meminta agar Polda Metro Jaya dan Kejati DKI Jakarta mengakui semua kesalahannya akibat salah tangkap dan tindak intimidasi yang telah dilakukan. (Horlas A08/08)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: