Labuhanbatu

Pemkab Labuhanbatu Tanda Tangani MoU Kesepakan Bersama Dengan Kelompok Tani Kopmasruwa Desa Bandar Kumbul

Pemkab Labuhanbatu Tanda Tangani MoU Kesepakan Bersama Dengan Kelompok Tani Kopmasruwa Desa Bandar Kumbul

Labuhanbatu,TIRAIPESISIR.COM-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengikat kesepakatan bersama dengan Kelompok Tani Hutan Masyarakat Rukun Warga Desa Bandar Kumbul Kecamatan Bilah Barat tentang Pembangunan Bumi Perkemahan Pramuka (BUMPER),Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah,Jum’at (27/10/2017) di Ruang Data Kantor Bupati Labuhanbatu.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Labuhanbatu H.Pangonal Harahap SE,M.Si,Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah 5 Sumatera Utara Amsar Syahril SH,Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu Hj Siti Awal Pangonal,Plt Kadispora Labuhanbatu Said Adlin,Plt Kadis Lingkungan Hidup diwakili Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup Orlando Pakpahan,Ketua dan Pengurus Kelompok Tani Hutan Masyarakat Rukun Warga Bandar Kumbul,Para Asisten dan SKPD Pemkab Labuhanbatu.


Dalam Acara penandatangan kesepakatan bersama tersebut,Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dalam isi pidato arahannya mengatakan,terima kasih kepada Dinas terkait juga kepada Kelompok Tani Masyarakat Desa Bandar Kumbul atas dijadikannya lokasi Pembangunan Bumi Perkemahan dan TPA Kabupaten Labuhanbatu.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Dinas terkait dan kepada Kelompok Tani. Kita menyadari,bahwa lokasi yang strategis untuk dijadikan sebagai Bumi Perkemahan Pramuka saat ini sulit untuk ditemukan. Mengingat semakin berkembangnya lokasi pemukiman warga,sehingga penetapan pembangunan Bumi Perkemahan Pramuka di wilayah Kerja Hutan kemasyarakatan Desa Bandar Kumbul ini saya nilai sudah tepat. Begitu juga dengan Lokasi Pembangunan TPA yang juga di wilayah tersebut sangat baik. Terima kasih saya ucapkan kepada semuanya,”ucap Pangonal.

Baca Juga :  Dengan CSR Perusahaan,Pemkab Labuhanbatu Bangun Taman Budaya di Jantung Kota Rantauprapat

Menurut Pangonal,dengan pembangunan TPA sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Satu-satunya TPA yang ada di Perlayuan, luas lahan yang ada sangat minim serta tumpukan sampah yang sudah sangat tinggi dan akan terus menumpuk. Sehingga masyarakat membutuhkan lokasi yang lebih luas untuk dijadikan tempat pemrosesan sampah dengan menggunakan teknologi di lokasi yang baru.

“Tempat pembuangan yang ada di Perlayuan satu-satunya sudah tidak layak. Sampah semakin banyak menumpuk. Untuk itu,diperlukan lokasi yang baru untuk pemrosesannya. Penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah awal kita untuk memulai pembangunan kedua lokasi untuk selanjutnya merencanakan pembangunnnya sedapat mungkin kita mulai pada tahun 2018”, katanya.


Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu yang diwakili Kabid Pengelolaan Lingkungan Hidup Orlando Pakpahan dalam laporannya mengatakan, Rencana Pembangunan TPA tersebut diawali dengan melakukan Study Kelayakan sebagai salah satu prasyaratnya. Untuk itu, pada tahun 2014,Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bekerjasama dengan PT ARCHIPLAN CONSULTAN yang melaksanakan Uji kelayakan tersebut.

Baca Juga :  Camat, Lurah & Kepala Desa Mendapat Reward Dari Plt.Bupati Labuhanbatu

“Menindaklanjuti studi kelayakan tersebut,Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan koordinasi dengan pihak kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KKPH) Wilayah 5 di Aek Kanopan. Diperoleh Informasi,telah ditetapkan menjadi hutan kemasyarakatan dan disarankan untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Hasil koordinasi dengan pihak Dirjen Kemitraan Lingkungan Hidup tersebut, diperoleh kesimpulan, bahwa Lahan yang berada di Desa Bandar Kumbul dapat dibangun TPA dengan terlebih dahulu melakukan kesepakatan antara Pemkab Labuhanbatu dengan pihak Kelompok Tani”, ucapnya.

Baca Juga :  Plt Bupati H Andi Hadiri Pagelaran Pentas Seni Islam di Lapangan Ika Bina

Dijelaskannya,pada tahun anggaran 2018 nantinya,Pemerintah Kabupaten Labuhanbatuakan menyusun Grand Design dan Amdal TPA. Yang direncanakan akan berupaya merubah Paradigma,Sampah Adalah Musibah,Menjadi Sampah Membawa Berkah. Dengan teknologi yang ramah lingkungan, sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) 19-2454-2002 tentang tata cara teknik operasional pengelolaan persampahan. Yang nantinya TPA tersebut dilengkapi dengan kegiatan pengolahan sampah dan mengubah karakteristik sampah,komposisi dan jumlah sampah agar dapat diproses lebih lanjut. Seperti dimanfaatkan atau dikembalikan ke media lingkungan secara aman,jelasnya. (Okta)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: