Batam

Pemerintah Berupaya Mempercepat Proses Rekonstruksi Pasca Gempa di Lombok

Pemerintah Berupaya Mempercepat Proses Rekonstruksi Pasca Gempa di Lombok
TEKS FOTO : Pengurus KMB saat mengirimkan bantuannya,Kamis (30/08/2018). Foto : Supardi/tiraipesisir.com

BATAM-Pemerintah berupaya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa Lombok Agustus 2018 lalu. Diantaranya,dengan segera mencairkan bantuan dana Rp 50 juta untuk setiap kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat guncangan gempa.

“Rp 50 juta ini,akan dibagi dalam 5 tahap,”ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK),Puan Maharani usai memimpin rakor di kantornya,Jumat (31/8/2018) sembari menuturkan,dana Rp 50 juta untuk warga Lombok yang rumahnya rusak berat merupakan dana bantuan,bukan dana ganti rugi dari pemerintah.


Secara bertahap,pemerintah juga akan memberikan dana Rp 10 juta. Tahap pertama,akan diberikan untuk modal kerja penduduk dan membeli peralatan untuk memperbaiki rumah yang rusak. Tahap kedua,akan diberikan setelah tahapan verifikasi rampung dan dana itu bisa digunakan untuk membangun pondasi rumah. Setelah itu,otomatis bantuan tahap ketiga hingga kelima akan menyusul diberikan.

Baca Juga :  Walikota Batam,H.M.Rudi Buka Rakor IPMB di Hotel Golden View

Hingga saat ini,78.000 rumah rusak akibat guncangan gempa di Lombok. Dari data sementara, 20.000 rumah diantaranya terverifikasi rumah yang rusak berat.

“Masyarakat kami harap bisa bergotong royog untuk membangun rumahnya sendiri,”kata Puan.


Pemerintah juga memastikan akan mengirimkan sejumlah insinyur untuk mendampingi masyarakat membangun rumahnya yang rusak sehingga terbangun rumah yang tahan gempa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,Basuki Hadimoeljono mengatakan,pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 529,6 Miliar untuk rekonstruksi Lombok hingga Desember 2018.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Kepri,H.Isdianto Hadiri Tasyakuran Cak Darno di Perumahan Pondok Asri Batam

Menurutnya,berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2018 tentang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok,pembangunan rumah harus diselesaikan maksimal 6 bulan.

“Makanya,pengerjaannya bukan dikontrakkan,tetapi dikerjakan secara swakelola oleh dinas terkait dan gotong royong bersama masyarakat,karena banyak sekali rumah yang rusak lebih kurang mencapai 78.000 rumah. Kalau dikontrakkan,enggak akan selesai 2-3 tahun,”kata Basuki.

Basuki juga memastikan,bantuan tidak hanya diberikan kepada warga yang rumahnya rusak berat. Namun,juga Rp 25 juta untuk warga yang rumahnya rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan. (red/supardi)
Editor : Redaksi

Baca Juga :  Muda-mudi Paguyuban Naposo Parna se-Kota Batam Rayakan Ulang Tahun Yang Ke-33

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: