Pemerintahan

Pelabuhan Tanjung Mocoh Diharapkan Beraktivitas Lagi

Pelabuhan Tanjung Mocoh Diharapkan Beraktivitas Lagi
Pelabuhan Tanjung Mocoh Diharapkan Beraktivitas Lagi

TANJUNGPINANG,TIRAIPESISIR.COM-Keberadaan Pelabuhan Tanjung Mocoh di Dompak Kelurahan Bukit Bestari kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Kepri. Kini mulai jadi sorotan, tidak sedikit masyarakat menginginkan pelabuhan yang menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah itu, segera dioperasikan.

Mappeati, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjungpinang ini ditemui di kantornya. Guna menanyakan kelanjutan pengoperasian Pelabuhan tersebut. Menurutnya telah diupayakan untuk segera mengoperasikan pelabuhan tersebut.


“Kami sudah menanyakan soal pelabuhan itu. Cuma kendalanya sekarang, di lokasi itu belum ada jaringan listrik dan air PDAM. Kalau mengenai Detail Engineering Design (DED) nya, itu berada di kantor Free Trade Zone (FTZ) Bintan – Tanjungpinang,” ucap Mappeati di ruang rapat kantor KSOP, Jum’at (26/3/2021).

Baca Juga :  Polsek Bukit Bestari Bersama TNI dan Satpol PP Lakukan Himbauan ke Masyarakat

Dan tambahnyanya lagi, anggaran untuk segera mengoperasikan pelabuhan itu sudah ada, tapi anggaran itu ditarik kembali ke pusat. Padahal, masih banyak lagi yang harus dibangun dilokasi pelabuhan itu. Seperti Gudang, bangunan perkantoran, dan sarana fasilitas lainnya.

“Jadi, sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak FTZ. Karena memang, kawasan itu termasuk kawasan FTZ,” ucapnya lagi.


Lanjutnya lagi, pelabuhan Tanjung Mocoh, dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dan proyek ini dibangun sampai 7 tahap. Bahkan, telah mengantongi izin operasi dari Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dijadikan sebagai pelabuhan bongkar muat barang.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Tanjungpinang Menghimbau Kepada Masyarakat Menjelang Perayaan Natal 2018 dan Tahun baru 2019

“Setidaknya, pelabuhan tersebut bisa mengurangi antrian panjang kapal saat bongkar muat yang selama ini terjadi di Pelabuhan Sri Payung di Kijang. Apalagi sarana penunjang seperti, Navigasi, Mercusuar serta rambu-rambu untuk mengatur dan mengarahkan posisi kapal telah tersedia,” pungkasnya.

“Semoga ini segera direspon oleh pihak-pihak yang terkait dengan pelabuhan tersebut. Jika pelabuhan bongkar muat itu beroperasi, bisa merekrut banyak tenaga kerja di daerah ini,” tutupnya.**

Editor     : Agus Salim Hs
Sumber : Herman
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: