Indonesia

Oknum Mantan Anggota POLRI Diduga Terlibat Kasus Pencurian BBM MT Tabonangen

Oknum Mantan Anggota POLRI Diduga Terlibat Kasus Pencurian BBM MT Tabonangen

Kepri,TiraiPesisir.Com – Kasus kapal tanker MT Tabonganen 19 diduga melibatkan oknum mantan anggota Polda Kepri. Mantan polisi itu disebut-sebut sebagai pemilik Crude Petroleum Oil (CPO) yang diangkut Tabonganen. “Iya,yang punya BBM itu oknum mantan polisi,”ujar salah seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya kepada Media ini,Rabu (14/12/2016)

Selanjutnya sumber mengatakan,oknum polisi tersebut bernama berinisial R. Dalam bisnis BBM illegal ini,R sudah malang melintang karena sudah lama dalam dunia bisnis penyelundupan BBM illegal di Provinsi Kepri. R pernah menjadi anggota Polres Karimun dan dimutasi ke Polres Lingga disebabkan kasus yang sama. “Akhirnya ia mengurus pensiun muda dan berhenti menjadi polisi,”papar Sumber.


Berdasarkan informasi yang dihimpun TiraiPesisir.Com dilapangan,isi Tabonganen sebanyak 1.117 Kilo Liter (KL) atau sekitar 1.117 ton CPO. Sementara menurut Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Karimun,Kicky Arityanto isi Tabonganen itu kemudian berubah menjadi air laut. “Pelaku kemudian mengganti minyak tersebut dengan air laut,”ujar Kicky sembari mengatakan bahwa,muatan itu kemudian dicuri Andi dkk. Hal itu terbongkar setelah MT Nona Tang II,tanker yang mencuri isi Tabonganen itu meledak di Pantai Stres,Batuampas, Batam.

Baca Juga :  H.Ali Amran,Pengusaha Perkebunan Sawit di Dumai dan Bengkalis Gelapkan Pajak Negara Tanpa HGU

Untuk dikethui,dalam ledakan itu juga menewaskan satu orang korban dan tiga orang lainnya mengalami luka parah. Polisi menyebutkan,Andi sebagai pemilik Hotel GGI Jodoh. Ia beraksi bersama sejumlah orang. Saat ini statusnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tabonganen ditangkap jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepri di perairan Natuna pada Maret 2016 lalu. Tanker tersebut memuat BBM ilegal. Kasus pencurian BBM CPO di Tabonganen ini sangat mengejutkan. Tanker tersebut semula parkir di pelabuhan Ketapang persis di belakang kantor DJBC Kepri,dan belakangan ini berpindah tempat.


Menurut data LBH Pelangi Nusantara pada 10 Oktober 2016 hingga 29 Oktober 2016 Tabonganen masih berada di kawasan Ketapang. “Jaraknya sekitar 300 meter dari pelabuhan BC,” ujar Abdul Rachman,Ketua LBH Pelangi Nusantara Karimun,dan ia menyebutkan bahwa,dalam kasus ini melibatkan oknum petugas. (Amri)

Baca Juga :  Presiden Jokowi akan Open House dan Bagi-bagi Sembako di Yogyakarta,Besok

Redaksi : Zainuddin,Hs,S.Ag


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: