Hukum

Oknum Kepala Desa di Meranti Hamili Adik Iparnya

Oknum Kepala Desa di Meranti Hamili Adik Iparnya
Ilustrasi

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Salah seorang oknum Kepala Desa di Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti diduga telah mencabuli adik iparnya sendiri.

Perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh Kepala Desa Tanjung Peranap itu diduga telah dilakukan berkali-kali. Dikabarkan korban sudah hamil 7 bulan.


Perilaku amoral yang dilakukan kepala desa itu dinilai telah mencoreng nama baik desa dan membuat masyarakat kecewa.

Gerah mendengar desas-desus perbuatan kepala desa tersebut,
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Peranap melakukan rapat terkait persoalan tersebut.
 
Rapat yang dilaksanakan pada Sabtu (6/3/2021) lalu di rumah ketua BPD Tanjung Peranap, H Dahlan itu membahas untuk melaporkan kepala desa terkait masalah asusila yang dilakukannya.

Baca Juga :  Mencari Sebab Kebakaran, Tim Puslabfor Polri Cabang Medan Olah TKP

Forum musyawarah tersebut dihadiri oleh ketua, anggota BPD, ketua LPMD, RT/RW, tokoh agama, tokoh pemuda dan puluhan masyarakat


Di dalam rapat tersebut memutuskan dan menyepakati untuk menyampaikan aduan masyarakat terkait tindakan asusila yang dilakukan kepala desa. Untuk itu masyarakat meminta kepada pihak kecamatan dan DPMD untuk menindaklanjuti aduan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat persetujuan untuk melaporkan kepala desa itu pun ditandatangani 71 warga yang hadir.

Ketua Pemuda Desa Tanjung Peranap, Ramli yang juga ikut menandatangani surat tersebut ketika dikonfirmasi, membenarkan hal itu. Ia bersama ketua BPD yang telah mengantarkan langsung surat tersebut ke pihak kecamatan Tebingtinggi Barat.

Baca Juga :  Pemutus Mata Rantai, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Laksanakan Operasi Yustisi

“Surat hasil musyawarah warga sudah kita sampaikan ke pihak kecamatan dan kami pun meminta ini bisa diproses sesuai aturan yang berlaku,” kata Ramli, Senin (8/3/2021).

Sementara itu Kepala Seksi Pemerintahan Masyarakat Desa,. Kecamatan Tebingtinggi Barat, Mazlin mengatakan jika pihaknya sudah menerima surat berita acara terkait rekomendasi memproses kepala desa terhadap tindakan yang telah dilakukannya.

Terkait dengan adanya persoalan tersebut, Mazlin mengatakan akan menindaklanjutinya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Kapolres Kepulauan Meranti Ikuti Rapat Awal Jelang Imlek 2021

Namun terlebih dahulu pihaknya akan memanggil kepala desa yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya.

“Kita akan panggil oknum kades tersebut untuk dimintai keterangannya besok. Jika tidak mau hadir di waktu yang telah ditentukan, maka laporan tetap akan kita teruskan kesana,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kepala desa bersangkutan tidak bisa dihubungi dan nomor teleponnya sedang tidak aktif.(A03/AH.01)

Editor     : Agus Salim Hs
Sumber : TPC
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: