Tanjungpinang

Mengakibatkan Debu Dimana-mana, Penimbunan Lahan Kosong Yang di Duga Ilegal

Mengakibatkan Debu Dimana-mana, Penimbunan Lahan Kosong Yang di Duga Ilegal
Mengakibatkan Debu Dimana-mana, Penimbunan Lahan Kosong Yang di Duga Ilegal

TANJUNGPINANG,TIRAIPESISIR.COM-Penimbunan Lahan kosong yang diduga ilegal meresahkan masyarakat, Perumahan Agung Vista Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang timur, Provinsi Kepri.

Salah satu Warga Perumahan Agung Vista mengatakan, ia sudah buat rambu peringatan supaya lewat di perumahan ini pelan-pelan tapi para supir lori tidak mematuhi, dan mereka enggak paham juga bahkan tambah laju.


“Saya pun kekantor melaporkan ke Pihak PT Perumahan Agung Vista. Pihak kantor mengatakan suruh lapor ke pengawasan lapangan,”ujarnya

Dan tambahnya lagi, berdalih membuang tanah dari hasil pemotongan bukit di kawasan yang bakal dibangun perumahan, ujung-ujungnya menuai keluhan dari sejumlah warga yang bermukim di Perumahan Agung Vista

Baca Juga :  Persiapan jalan dan jembatan 2, Pulau Dompak Sudah Semakin Maksimal

Saat awak media ini coba melakukan investigasi ke lokasi penimbunan di kawasan perumahan itu. Tak di sangka puluhan unit Lori (Truck-red) pengangkut tanah timbun tampak menggerus lahan kosong yang terletak di belakang perumahan tersebut. Selasa (16/2/2021).


Sementara, sarana jalan di lokasi perumahan itu terlihat becek lantaran disiram air yang berlebihan dampak nya polusi udara segar tidak ada lagi.

ketika warga yang selama ini hidup dengan tenteram dan Menghirup udara segar, justru kini terusik akibat aktivitas penimbunan, diduga aktivitas penimbunan belum mengantongi izin. Belum lagi suara bising Lori yang melintas setiap saat di depan rumah warga, ditambah lagi, dengan cuaca panas terik serta kuatnya hembusan angin, membuat debu yang ditimbulkan masuk ke setiap rumah warga.

Baca Juga :  Walikota Tanjungpinang Serahkan DPA-SKPD Tahun Anggaran 2021

Herman Black yang disebut-sebut sebagai pengelola kegiatan itu, coba dikonfirmasi melalui via telepon Pribadinya, mengakui, kalau kegiatan itu cuma membuang tanah dari pemotongan bukit dan jaraknya tidak jauh dari perumahan itu.

“Iya, Itukan cuma membuang tanah. Karena saya sedang memotong bukit. Jadi tanahnya saya buang ke lokasi itu, dan saya sudah punya izin pemotongan bukit. Tapi kalau izin penimbunan saya gak tau,” pungkasnya.

Pihak yang terkait dengan perizinan penimbunan, supaya segera meninjau lokasi tersebut. Apalagi banyak warga yang merasa terganggu lantaran kegiatan itu, bukan hanya itu. Pemerintah kota Tanjungpinang juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 28 tahun 2022 terkait ativitas penimbunan.

Baca Juga :  Pahami Aturan,Jadi ASN Yang Berintegritas
Editor     : Agus Salim Hs
Sumber : Herman
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: