Bengkalis

Masyarakat Keluhkan Abrasi dan Hutan Mangrove Makin Punah

Masyarakat Keluhkan Abrasi dan Hutan Mangrove Makin Punah
Daerah abrasi di sebelah barat pulau Bengkalis dalam areal Desa simpang ayam,Kecamatan Bengkalis,Kabupaten Bengkalis. Foto : Reffi Erizal/ tiraipesisir.com,Jumat (7/6/2019)

BENGKALIS,TIRAIPESISIR.COM-Kondisi pulau Bengkalis setiap hari makin mengecil apabila air laut pasang besar dan angin kacang yang memunculkan gelombang selat malaka menghantam tebing-tebing pantai sebelah utara pulau Bengkalis boleh dikatakan secara menyeluruh.

Namun yg paling parah dan sangat terjadi yaitu di sebelah barat pulau Bengkalis termasuk dalam areal Desa simpang ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.


Areal perusakan hutan mangrove secara ilegal oleh pelaku pengusaha tambak udang. Foto : Reffi Erizal/tiraipesisir.com,Jumat (7/6/2019)

Diduga, areal yang cukup parah terjadi abrasi masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) PT.Agro Sari Mas (PT.Meskom Sejati). Lokasi tersebut merupakan lahan gambut dengan ketebalan gambutnya melebihi dari 3 meter.

Baca Juga :  Supeni bin Yakun Barnawi (69),JCH Asal Kabupaten Bengkalis Berpulang Kerahmatullah di Mina Mekkah

Beberapa waktu lalu di lapangan, menurut penuturan masyarakat sekitar lokasi mengatakan,”setiap air pasang besar angin kencang berhektar-hektar lahan gambut ditempat mereka, jatuh menjadi lautan,”ujar warga.

Terkait dengan status perizinan diatas lahan gambut melebihi dari kedalaman 3 meter, jika di korelasi dengan ketentuan dan peraturan, sudah jelas bertolak belakang.


Dari hal ini, berdasarkan ketentuan Peraturan Presiden RI, No 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.Yang mana apabila melebihi 3 meter kedalaman gambut tidak boleh diberikan hak izin.

Tetapi anehnya, diduga Hak Guna Usaha (HGU) nya bisa dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), ada apa dibalik itu semua. Sementara kondisi abrasi pantai semakin parah menghantam pulau Bengkalis yang berakibat pada kehancuran pulau Bengkalis dari muka bumi.

Baca Juga :  KPK Panggil 3 Pejabat PLN Jadi Saksi Kasus Suap PLTU

Pantauan tiraipesisir.com,Jumat (7/6/2019) dilapangan, secara menyeluruh kondisi tebing pulau Bengkalis, dari laut setiap saat terus di gerogot dan di babat oleh ombak selat malaka.

Sementara dari kawasan darat pula terus di gerogoti dan di hancurkan oleh perusakan hutan mangrove secara ilegal oleh pelaku pengusaha tambak udang.

“Tanpa kita sadari pulau Bengkalis setiap hari makin mengecil, lantas dimana putra putri terbaik pulau Bengkalis untuk memperjuangkan Negeri ini, apakah kita menonton saja terhadap apa yg terjadi,”sebut Solihin, ketua LSM IPMPL

Sambungnya lagi, yang tidak kita sadari lama kelamaan pulau Bengkalis ini akan hancur punah akibat abrasi pantai dan perusakan hutan mangrove secara ilegal yang sebagai benteng pertahanan pulau Bengkalis oleh kalangan pengusaha tambak udang.

Baca Juga :  KPK Periksa Kiai Asep Saifudin Chalim Jadi Saksi Suap Romahurmuziy

“Kami berharap kepada pemerintah Pusat, pemerintah daerah Propinsi Riau, pemerintah Kabupaten Bengkalis, Aparat Penegak Hukum dan Masyarakat harus bersikap tegas dalam persolaan ini sebelum semuanya terlambat,”ucapnya.

Lebih lanjut solihin, sempat melepaskan kata-katanya kepada awak media yang sempat dikutip,” Wahai saudara sebangsa setanah air ku, jangan biarkan aset kita yang di perjuangkan selama ini dengan tumpah darah oleh pendiri negeri ini hilang begitu saja.

Sesungguhnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Dan marilah kita bersatu, demi Kabupaten Bengkalis yang kita cintai,”tuturnya. (ER/B010/09)
Editor : Dhamean,Hs


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: