Jakarta

Massa Pencinta NKRI dan Pancasila Gelar Doa Bersama untuk Papua

Massa Pencinta NKRI dan Pancasila Gelar Doa Bersama untuk Papua
Aktivis Rieke Dyah Pitaloka bersama masyarakat dari berbagai latar belakang dan suku bangsa saat berkumpul menggalang solidaritas dalam aksi dan do’a bertajuk “Pancasila Power Untuk Papua” di Lapangan Tugu Proklamasi,Jakarta,Selasa (20/8/2019) malam. Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Massa Pencinta NKRI dan Pancasila menggelar doa bersama untuk Papua sembari membawa lilin dan mengibarkan bendera Merah Putih di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8) malam.

Aktivis Rieke Dyah Pitaloka bersama masyarakat dari berbagai latar belakang dan suku bangsa berkumpul menggalang solidaritas dalam aksi dan doa bertajuk “Pancasila Power Untuk Papua” di Lapangan Tugu Proklamasi. Aksi tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian dan memberikan semangat kepada saudara di Papua untuk terus menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Massa Pencinta NKRI dan Pancasila saat menggelar do’a bersama untuk Papua dengan membawa lilin dan mengibarkan Bendera Merah Putih di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8) malam. Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

Angota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Pelaksana Aksi ini berharap dengan Doa ini akan timbul dan tumbuh di masyarakat akan pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan dalam Kemajemukan dan Kebhinekaan kita sebagai Bangsa.

Baca Juga :  Kapolres dan Ketua DPRD Siap Hadiri Puncak HPN Bekasi Raya

Aksi dan deklarasi #PancasilaPower #KitaCintaPapua #KitaIndonesia ini sebagai bentuk solidaritas perdamaian di Tanah Papua, ia minta kepada masyarakat untuk teguh dan bekerja keras menjadi kekuatan rakyat dalam kemajemukan kita sebagai Suatu Bangsa yang beraneka ragam,Suku,Budaya,etnis serta golongan.

Kebhinekaan ini adalah suatu kekuatan besar yang di miliki oleh Bangsa Indonesia.
Dalam keberagaman kita sebagai suatu bangsa kita telah bersumpah saat peristiwa Sumpah Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada,dilanjutkan oleh Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan kita sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan diakhiri dengan Proklamasi 1945 yang di proklamirkan oleh Bung Karno.Janganlah mau dipecah belah oleh politik Adu Domba,baik yang mengatasnamakan Agama maupun Politik Identitas pungkasnya.


Lebih jauh ia mengatakan agar kerusuhan yang terjadi di Papua tidak mengganggu kesatuan Indonesia dan menyebabkan disintegrasi. Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia harus berjuang bersama mewujudkan kehidupan yang lebih baik di Papua.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya rakyat Papua. Jika ada hal-hal yang tidak berkenan, tentu saja kita mohon maaf,” Bukan berarti kita harus terpecah belah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Menerima Kunjungan Pimpinan Serikat Pekerja di Istana Bogor

Ia juga menegaskan agar aksi yang terjadi dapat membuat Indonesia menjadi lebih solid dalam menyelesaikan masalah.

Saat menghadiri doa, Rieke menggunakan pakaian hitam dengan mahkota bulu burung cendrawasih asal Papua.

Dalam rangkaian doa, salah seorang peserta asal Manokwari menyerukan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dikakukan dengan emosi.

“Tanah ini Bhinneka Tunggal Ika bisa kami rajut kembali walaupun ada luka-luka yang harus kami obati. Mari kami mengerti bahwa dalam berbangsa dan bernegara janganlah menggunakan emosi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejukkan Pemilu Damai 2019,Polres Metro Jakbar Gelar Tabligh Akbar dan Istighosah Kubro

Kegiatan doa bersama ini dilakukan merespon insiden yang terjadi di Papua. Sekitar ratusan orang dari berbagai daerah berkumpul di Tugu Proklamasi dan berdoa bersama diiringi dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia. (Dwi Wahyudi/A07/09 )


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: