Marak Galian C diduga “Ilegal” di Lahan PTPN II Deliserdang

Selasa, 17/11/2020 - 19:32 WIB | view 27 Kali | 2 mnt baca
img
FOTO FILE : Ekskavator yang digunakan untuk mengorek tanah di areal lahan PTPN II Deliserdang. Foto : BS/Red/tiraipesisir.com

DELISERDANG (TP)-Kegiatan pengerukan tanah yang dilakukan oleh beberapa orang di Jalan Rambutan, Desa Sambe Rejo Timur, Kecamatan Percut Seituan Deliserdang Sumatera Utara diduga Ilegal dan membuat jalan aspal Hitam sepanjang Jalan Rambutan berceceran tanah bekas jatuhan dari Truk pengangkut yang melintasi jalan tersebut.

Pantauan tim wartawan online (16/11/2020) di lokasi galian, terlihat ekskavator ber cat kuning dan sejumlah truk pengangkut  sedang beroperasi mengorek dan memindahkan tanah ke truk Fuso pengangkut tanah.


Informasi yang dihimpun sementara bahwa lahan yang dijadikan objek galian diduga lahan milik PTPN II Tanjung Morawa.

Foto : Istimewa

Tidak ada petunjuk papan informasi disana tentang legalitas Galian dari pejabat berwenang.

Baca Juga :  Sukses Digelar,ICASI Dihadiri Peneliti dan Akademi dari Dalam dan Luar Negeri

Disinyalir kegiatan galian itu “illegal” yang merupakan pekerjaan orang-orang  yang hanya menguntungkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan.


Jika benar galian itu tidak memiliki izin resmi dari pejabat setempat, bukan tidak mungkin akan berakibat kerusakan lingkungan dan kesehatan warga setempat seperti banjir, dan kerusakan jalan yang dibangun pemerintah Deliserdang sebab truk Fuso yang mengangkut tanah tersebut dapat mengakibatkan tidak mampunya jalan aspal  menopang beban truk-truk yang melintas.

Diperkirakan ada puluhan  unit truk setiap harinya mengangkut tanah keluar dari galian tersebut dan belum diketahui kemana tanah-tanah itu di tampung.

Baca Juga :  Lulusan PTIK Medan Harus Siap Bersaing di Pasar Kerja

Saat ditanya kebanaran lahan,  melalui sambungan telepon, Humas PTPN II mengatakan belum mengetahui lahan yang dimaksud milik PTPN II atau tidak dan mengatakan harus mengecek terlebih dahulu ke lapangan.

Pemerintah Deliserdang dan PTPN II diharapkan turun langsung secepatnya melakukan pemeriksaan perijinan dari galian tersebut agar dapat mengantisipasi kerugian yang lebih besar jika galian itu tetap dibiarkan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari pemilik galian dan pemerintah setempat. (BS)

Baca Juga :  Coffee Morning Meeting BPODT, Pengembangan Wisata Danau Toba Butuh Tambahan Energi Listrik
Editor     : Zai

Diupload Oleh : Redaksi
Kata Kunci :

Baca Juga


Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Pinterest Text Email