TANGERANG

Mahfud MD Turut Mengkomentari,Menkumham dan Wali Kota Tangerang

Mahfud MD Turut Mengkomentari,Menkumham dan Wali Kota Tangerang
Wali Kota Tangerang,Arief R Wismansyah,mantan ketua Mahkamah Agung (MK) Mahfud MD,dan Mentri Hukum dan Ham (Menkumham),Yasonna Laoly. Foto : dwi wahyudi/tiraipesisir.com

TANGERANG,TIRAIPESISIR.COM-Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD saat ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Mahfud MD ikut berkomentar terkait perseteruan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) dengan Wali Kota Tangerang.


Komentar tersebut disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (16/7/2019).

Diketahui, perseteruan antara kedua pejabat ini berawal dari saling sindir yang kini berbuntut panjang pada pelaporan ke Polisi.

Yasonna menyindir Arief soal perizinan pembangunan di lahan milik Kemenkum HAM.


Sindiran itu diungkapkan saat peresmian Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang, Selasa minggu lalu.

Pemko Tangerang menuding pembangunan gedung saat itu tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Yasonna menambahkan, Pemko Tangerang mencari gara-gara dengan mewacanakan kawasan milik Kemenkum HAM tersebut dijadikan persawahan.

Pernyataan Yasonna itu dibantah Arief yang mengaku kaget dan prihatin atas apa yang diucapkan Menkumham.

Baca Juga :  Meledak Lagi..! Sat Reskrim Polres Labuhanbatu Tembak Spesialis Jambret

“Tidak ada niat sedikit pun saya sebagai Wali Kota Tangerang mencari gara-gara terhadap tugas dan tanggungjawab saya sebagai penyelenggara daerah di Kota Tangerang,” kata Arief.

Secara struktur kewali kotaan ada di bawah pemerintah pusat. namun, sejak era otonomi daerah, berbagai kewenangan daerah menjadi wewenang Bupati/Wali Kota.

Baru-baru ini ramai diperbincangkan sosok Wali Kota Tangeran, Arief Rachadiono Wismansyah. Arief terlibat saling sindir dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly.

Konflik antara Arief dengan Yasonna ini berawal dari pidato Menkumham pada Selasa (9/7/2019) saat meresmikan gedung Poltekip dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di Kota Tangerang.

Yasonna menyebut Pemerintah Kota Tangerang menghambat penerbitan IMB.

Arief merespon pernyataan itu dengan menghentikan pelayanan masyarakat di kawasan lahan Kemenkumaham yang ada di Kota Tangerang.

Lalu, siapakah Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah?
Pria kelahiran Tangerang, 23 April 1977 ini menjabat sebagai Wali Kota Tangerang dua periode berturut-turut sejak tahun 2013.

Baca Juga :  Eddy Kusuma Wijaya : Tuduhan ICW dan KPK Terhadap Dua Jendral Polri Tanpa Fakta dan Dasar Hukum Yang Jelas

Karier politik Arief menanjak sejak ia digandeng, Wahidin Halim menjadi Wakil Wali Kota di Pilkada Tangerang pada tahun 2008.

Ia naik menjadi PLT Wali Kota Tangerang 2013, selama 2 bulan karena Wahidin Halim diberhentikan secara hormat.

Setelah itu pada tahun 2013, Arief diusung Partai Demokrat untuk maju sebagai Calon Wali Kota dalam Pilkada Tangerang 2013 bersama dengan Sachrudin.

Saat itu, Arief harus melawan empat pasang kandidat lainnya. Arief dinyatakan menang dengan mengantongi sekitar 340.000 suara atau 48,01 persen.

Pada 2018, Arief bersama Sachrudin mengajukan diri kembali.

Kali ini, pasangan petahana tak memiliki lawan. Maka dari itu, pada Pilkada 2018, Arief-Sachrudin “hanya” melawan kotak kosong.

Ia pun menang melawan kotak kosong dengan perolehan suara sebesar 609.428 suara atau 84,7 persen dari total suara sah Pilkada tersebut.

Baca Juga :  Pabrik Plastik Terbakar di Desa Ciakar,2 Orang Karyawanti Menjadi Korban,Tewas Terpanggang Api

Saat pencalonan Pilkada 2018, ia didukung hampir seluruh Parpol yang ada yakni ada 12 parpol; Partai Demokrat, PDI-P, Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, NasDem, PSI dan Perindo.

Berdasarkan situs resmi Pemko Tangerang, yang dikutip tiraipesisir.com sebelum berkiprah di dunia politik, Arief merupakan seorang pengusaha sukses yang bekerja sebagai Presiden Direktur Rumah Sakit Sari Asih Group.

Pria yang pernah belajar di Western Michigan University Amerika Serikat itu memasukkan nuansa pelayanan Islami di rumah sakitnya.

Sebelumnya, ia juga rajin menjadi bagian dari organisasi islam.

Arief pun pernah menjadi Ketua Dewan Penasehat Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kota Tangerang tahun 2015, pada laporan yang tercatat di KPK, Arief diketahui memiliki total kekayaan sebesar Rp 11.446.634.508. (D.Wahyudi/A07/09)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: