Dumai

LSM dan DPP YLBHN Minta Utamakan Pelayanan Prima Penumpang Kapal Roro Dumai-Bandar Sri Junjungan

LSM dan DPP YLBHN Minta Utamakan Pelayanan Prima Penumpang Kapal Roro Dumai-Bandar Sri Junjungan

DUMAI,TIRAIPESISIR.COM-Kapal Roro penyeberangan Kota Dumai menuju Tanjung di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan ( BSJ ) mengalami kemacetan,karena Kapal Roro yang berfungsi hanya satu unit dari,yang seharusnya dua unit untuk memperlancar arus lalu lintas penyemberangan.

Kondisi yang ada sekarang ini Pelabuhan Bandar Sri Junjungan mengalami kepadatan penumpang,baik kendaran bermotor roda dua maupun roda empat. Akibatnya,para penumpang yang akan menyeberang terlihat gerah dengan kondisi panas sangat terik.


Menyikapi hal ini,koaliasi LSM dan DPP YLBHN mengatakan,Dinas Perhubungan Propinsi kurang bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugasnya.

Baca Juga :  Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato Akhirnya Resmikan Perusahaan Industri Minyak Di Dumai

Untuk Kapal Roro pulang pergi tujuan Dumai-Tanjung terindikasi hanya mementingkan keuntungan saja,dan tidak bertanggung jawab dengan terlantarnya para penumpang pengguna jasa penyeberangan,baik penumpang maupun kendaraan bermotor yang menyeberang.

Akibat dari keterlambatan penyebarangan itu,menimbulkan kerugian waktu dan biaya lain,disampaikan koalisi LSM dan DPP YLBHN,bila dilihat dari pelaksanaan tugas di lapangan,Dishub Provinsui Riau banyak menyalahi aturan dan undang-undang yang berlaku,mulai dari antrian penjual tiket penyeberang yang mirip jualan tiket bioskop.


Pantauan awak Media,tidak terlihatnya manifes penumpang berapa jumlah penumpang yang masuk,bila terjadi bencana karam atau kapal tenggelam,akan sangat sulit untuk mendata nama para penumpang dengan jumlahnya.

Baca Juga :  Kasatpol-PP Kota Dumai,Bambang Wardoyo,SH : PKL Tidak Boleh Lagi Berjualan Menempati Tanah Pertamina

Terlihat di lapangan,ada kendaran roda 2 yang menbawa boncengan istri serta anak-anaknya yang berjumlah 3 orang,bahkan sampai 4 orang,namun tiket yang dibayar hanyalah 2 orang yaitu bapak dan ibuknya,sedangkan anak mereka tidak membeli tiket.

Hal ini pula dikewatirkan kemungkinan tak ada asuransi,karena sistem pelayanan sifatnya manual hanya memikiran uang semata,tanpa mengingatkan keselamatan dan pelayanan public yang baik serta keselamatan ketika melakukan penyeberangan. ( ER )
Sumber : Strategi.co.id


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: