Pekanbaru

Lembaga IPSPK3-RI Apresiasi Direskrimsus Polda Riau Atas Penahanan Pelaku Ilog

Lembaga IPSPK3-RI Apresiasi Direskrimsus Polda Riau Atas  Penahanan Pelaku Ilog
Teks Foto : Lokasi Atong merupakan pengusaha galangan kapal terbesar di Rokan Hilir.

PEKANBARU,TIRAIPESISIR.COM-Keseriusan Direskrimsus Polda Riau dalam penanganan illegal logging di Rokan Hilir diapresiasi oleh lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi Kolusi Kriminal Ekonomi (Lembaga IPSPK3-RI).

“Apresiasi kami sampaikan atas keberhasilan Polda Riau menangkap dan menahan salah satu pelaku ilegal logging bernama Atong,di areal HPH PT.DRT. Atong merupakan pengusaha galangan kapal terbesar di Rokan Hilir,sehingga dengan penangkapan pelaku maka perambahan hutan akan terhenti,”ujar Ir.Ganda Mora,M.Si Ketua Umum Lembaga IPSPK3-RI kepada Media ini,Selasa (06/11/2018) di Pekanbaru.


Menurut Ganda,keseriusan ini patut diacungi jempol,sebab dalam kepemimpinan Direskrimsus Polda Riau,Kombes Pol Gideon Setiawan berhasil menghentikan perambahan di kawasan hutan,sehingga devorestasi hutan dapat diminimalisir, dan kedepannya hutan ini tetap berfungsi sebagai sumber oksigen dan paru-paru dunia,sekaligus sebagai perlindungan harimau sumatera yang hampir punah.

Baca Juga :  Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan : "Mengotak Atik Perolehan Suara Peserta Pemilu, bisa dipidana."

Selain itu kata Ganda,kami juga meminta Polda Riau menangkap 12 perambah hutan di kawasan hutan sekitar HPH PT.DRT,sebagai penampung kayu ilegal yang belakangan ini diketahui atas adanya laporan pemerasan oleh oknum agar mereka tidak ikut di proses. “Namun,hal itu kami menilai sebagai trik atau maling teriak maling,sehingga dengan adanya pengakuan itu maka jelas ke 12 oknum tersebut harus segera ditangkap Polda Riau,”sebut Ganda sembari menuturkan, bahwa pada bulan Maret 2018 lalu,Lembaga IPSPK3-RI ada melaporkan terkait aktifitas illegal logging di areal HPH PT.DRT itu,dengan Nomor Surat : 008/Lap- IPSPK3-RI/III/2018,dan kita apresiasi pihak Polda merespons dan secara seru menangani setiap perusakan lingkungan.

Baca Juga :  Akan Dibuka Presiden, DPW MOI Riau Ikutserta Sukseskan Rakernas

Kepada penyidik Polda Riau,Ganda menyarankan,agar pelaku ilegal logging dapat dihukum seberat-beratnya berdasarkan Undang Undang Nomor : 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan Undang Undang Nomor : 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Sesuai Pasal 78,dan Pasal 50,Ayat (1),Ayat (2),dan Ayat (3) Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999,diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah),”tandas Ganda. (Red)



author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: