Kepulauan Meranti

Lelang Randis, Pemkab Meranti Peroleh Rp 2,7 Miliar

Lelang Randis, Pemkab Meranti Peroleh Rp 2,7 Miliar
Pemkab Meranti Raup Rp 2,7 M Hasil Lelang Randis Melalui KPKNL

MERANTI (TPC) – Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) tidak hanya sekadar pengelolaan administratif semata, tetapi lebih kepada meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Seperti kendaraan dinas yang sudah mencapai batas atau masa akhir manfaatnya.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui jasa Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai, baru saja merampungkan proses lelang kendaraan dinas (Randis) tahap pertama dan kedua. Untuk tahap pertama berlangsung pada 6 Juli 2022 lalu, sedangkan untuk tahap kedua 16 Agustus 2022.


Dari dua kegiatan tersebut 67 unit berhasil dijual dan telah menjadi milik para peserta atau pembeli. Demikian disampaikan oleh Kabid Aset BPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti, Wan M Ramahendra, Selasa (16/8/2022) sore. “Untuk tahap kedua baru saja selesai,” ujarnya.

Lelang yang dilaksanakan tersebut terpisah dalam dua tahap yang berbeda. Untuk tahap pertama jumlah kendaraan dinas bekas Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang masuk dalam daftar lelang sebanyak 69 unit.

Baca Juga :  Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1443 H di Meranti Berjalan Lancar

Dari jumlah itu 59 unit diantaranya masuk dalam daftar penjaringan atau tawaran peserta yang dianggap sah dan sisa 10 unit kendaraan masuk dalam tahapan lelang kedua yang baru saja selesai dilaksankan. Hasilnya, 8 unit randis yang dilelang dimenangkan peserta lelang. Sisa 2 unit lainnya masih menunggu instruksi dari kepala daerah.


“Untuk lelang tahap dua hanya delapan yang laku terjual. Sisa dua unit lainnya tidak. Untuk tindaklanjut terhadap sisa randis ini akan disampaikan kepada bupati. Kembali semua tergantung instruksi. Apakah lanjut atau sisa dua unit dikembalikan ke OPD terkait kedepan kita putuskan,” beber Rama.

Menyikapi hasil lelang tahap pertama dan kedua, Rama mengucapkan rasa terima kasihnya kepada KPKNL Dumai. Menurutnya, tanpa kerjasama baik dan maksimal tentu akan menghambat seluruh tahapan yang dianggap telah berjalan sesuai dengan target dan direncana sebelumnya.

“Sekali lagi kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada KPKNL. Tanpa mereka tentu kami akan kesulitan,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluarga Dua Korban KLM Samudera Indah Terima Bantuan

Adapun tujuan dari lelang ini dibeberkan Rama sebagai upaya pelepasan aset milik pemerintah daerah, mengingat randis yang dilelang masih memiliki nilai ekonomis. Selain itu jika tidak dihentikan penggunaannya, justru akan membebani keungan daerah.

“Biaya pemeliharaan yang tidak sedikit dan tidak sebanding dengan manfaat yang didapat. Suatu aset dapat dihentikan penggunaannya karena aus, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang semakin berkembang, ketinggalan jaman, rusak berat, hilang, tidak sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau masa kegunaannya telah berakhir. Artinya cukup banyak pertimbangan pendukungnya,” jelasnya.

Bahkan dengan adanya pelelangan kendaraan dinas, peserta atau pembeli lelang dapat memanfaatkan kembali barang yang sudah habis masa pakai dari mereka. Sehingga kendaraan mereka anggap tidak layak itu hendaknya dapat memberikan nilai lebih pada pembeli lelang maupun bagi negara dalam bentuk tambahan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga :  Tepis Birokrasi Berbelit, Aplikasi E-Adil Diluncurkan

Pasalnya pascarampung pelaksaan lelang tahap pertama, diungkapkan Rama, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil meraup tambahan PAD dengan nilai sebesar Rp 2.315.208.000. Sementara tahap kedua estimasi dari KPKLN sebesar Rp 416.451.000

“Jadi total keuntungan yang akan masuk sebagai tambahan PAD sebesar Rp 2.731.659.000. Tambahan itu masuk kedalaman pendapatan lain-lain,” ujarnya

Pejabat Pelelang Ahli Pratama KPKNL Dumai, Lola Vita Loka Purba juga mengucapkan terima kasihnya kepada jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti karena telah mempercayai KPKNL dalam kegiatan terkait. Apalagi dalam tahapan yang telah dilaksanakan sejauh ini tidak tidak ada kendala hingga berpotensi menjadi penhambat proses lelang.

“Paling tidak apa yang dilaksanakan Pemda Kabupaten Kepulauan dapat menjadi rujukan dari daerah lain agar roda pemerintahan berjalan dengan efektif dan efisien. Tidak ada kendala karena pejabat aset Pemda Meranti tertib administrasi dan tepat waktu setiap proses yang dilaksanakan,” ujarnya.(A04_AH)

Editor     : Dhamean Hasibuan
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: