Labuhan Batu

Laporan Pencabulan Anak Bawah Umur Diduga Ngendap di Polres Labuhanbatu

Laporan Pencabulan Anak Bawah Umur Diduga Ngendap di Polres Labuhanbatu
Laporan pencabulan,ke Unit PPA (Pelindungan Perempuan dan Anak) Polres Labuhanbatu,pada tanggal 17 Januari 2018,dengan Nomor STPL 45/I/2018/SU/RES/LBH. (Foto : hasan/tiraipesisir.com)

LABURA,TIRAIPESISIR.COM-Laporan pengaduan tentang pencabulan terhadap anak dibawah umur,sebut saja Melati (8) warga Lingkungan Pasar Bilah 1 B,Kecamatan Kualuh Hilir,Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diduga ngendap tanpa ada kelanjutan penyidikan di Polres Labuhanbatu,Provinsi Sumatera Utara.

Demikian dituturkan,nenek korban Siti Rohani Boru Situmorang kepada wartawan Media ini di rumahnya,Jumat (16/3/2018) menjelaskan,cucunya di cabuli oleh tetangganya sendiri bernama berinisial IWA (14) dan LUT (12). “Ceritanya,saat itu cucu saya biasanya pergi mengaji pada sore hari setiap pukul 16:00 wib di rumah salah satu guru mengaji,saat itu gurunya sedang tidak ada di rumah lagi ke mesjid,kerna kedua pelaku dan cucu saya sama di tempat pengajian,lantas keduanya menarik cucu saya ke tempat yang sunyi dan melakukan pencabuan terhadap cucu saya,”ungkap si nenek menerangkan.


Menurut penjelasan cucu saya,kata si nenek,”Adiknya bernama LUT memegangi tangan cucu saya,dan memutup mulutnya,sedangkan abangnya bernama IWA membuka celana cucu saya dan lantas memasukan kemaluannya kedalam kemaluan cucu saya,”ucap si nenek polos tanpa ragu.

Baca Juga :  Polsek NA IX-X Gelar Sosialisasi Anti Narkoba 

Sambung si nenek,”Kami buat laporan ke Pos Polisi Polsek Kualuh Hilir,akan tetapi laporannya diarahkan ke Polres Labuhanbatu,”terangnya.

Selanjutnya,kata si nenek,kami melanjutkan laporan pencabulan tersebut ke Unit PPA (Pelindungan Perempuan dan Anak) Polres Labuhanbatu,pada tanggal 17 Januari 2018,dengan Nomor STPL 45/I/2018/SU/RES/LBH. “Hanya saja,pengaduannya sudah tiga bulan belum ada tindak lanjutnya,”ucap si nenek kesal dengan linangan air mata kelihatan membasahi pipinya.


“Saya sudah banyak kerugian baik materi dan waktu,dan pernah salah satu juper bermarga sirait meminta uang Rp 2 Juta,untuk penangkapan pelaku dan penyusunan berkasnya,itupun sudah saya kasi. Kenyataannya,pelaku ditangkap satu hari dan lantas dipulangkan,”papar si nenek sembari mengatakan Kepolisian ini tidak adil bagi masyarakat miskin.

Baca Juga :  Keberadaan dan Peran Bhabinkamtibmas Kel.Tangkerang Tenayan Raya Pekanbaru

Sementara Kepala Lingkungan (Kepling) Pasar Bilah 1 B,Kelurahan Kampung Mesjid,Irul,saat dikonfirmasi wartawan dirumahnya mengatakan,permasalahan ini harus cepat di selesaikan, saya dan masyarakat sudah resah. “Saya sayangkan,dengan tindakan Kepolisian Polres Labuhanbatu yang kurang tanggap mengenai masalah ini,apabila dilamakan nanti,saya takut masyarakat bisa main hakim sendiri kepada keluarga pelaku,”tegur Kepling mengingatkan Polres Labuhanbatu.

“Sebelumnya,saya sudah sempat melakukan mediasi kedua belah pihak,hanya saja keluarga pelaku tidak merespon,dan hanya bisa membantu uang perobatan Rp1 juta,makanya permasalahan lanjut ke Polres Labuhanbatu,”kata Irul.

Baca Juga :  Sertijab Camat Panai Hulu,Kapolsek : Sama-Sama Berperan Aktif Jaga Kondusifitas Pilgubsu 2018

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu,AKP Teuku Fahtir Mustafa SIK yang coba dikonfirmasi via selulernya terkait lambannya proses kasus pencabulan yang di alami anak dibawah umur di Kecamatan Kualuh Hilir,Labura,kepada wartawan kasat reskirim mengatakan,sabar ya nanti saya cek dulu,dan saya belum tau laporannya,saya tanyakan dulu sama anggota.

“Sabar ya,nanti saya cek dulu,dan saya belum tau laporannya,saya tanyakan dulu sama anggota,”kata si Kasat Reskrim Labuhanbatu.

Melati (nama samaran) korban pencabulan tersebut,sekarang ini tidak sekolah lagi,dan juga tidak mengikuti pengajian. Dilihat dari wajah anak itu,semacam terouma mental,setelah peristiwa kejadian pencabulan terhadap dirinya itu.(hasan)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: