Hukum

KPK Panggil 3 Pejabat PLN Jadi Saksi Kasus Suap PLTU

KPK Panggil 3 Pejabat PLN Jadi Saksi Kasus Suap PLTU
Juru Bicara KPK,Febri Diansyah. Foto : horlas/tiraipesisir.com

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 3 orang pejabat PT.PLN. Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Direktur Utama PT PLN,Sofyan Basir.

Pejabat PT.PLN yang dipanggil penyidik KPK ialah Senior Manager Pengadaan IPP II PT.PLN,Mimin Insani,Direktur Bisnis Regional Sumatera PT.PLN,Wiluyo Kuswidharto,dan Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Ahmad Rof.


“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SFB,Sofyan Basir,”ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah,Jumat (26/4).

Selain 3 orang pejabat PT PLN,lanjut Febri,penyidik KPK juga memanggil Direktur Pengembangan dan Niaga PT.Pembangkitan Jawa Bali (PJB),Henky Heru Basudewo sebagai saksi.

Baca Juga :  Menghormati Jasa Pahlawan Kemerdekaan,PDIP Kota Tangerang Memperingati HUT RI Ke 74 Di Taman Makam Pahlawan

Sebelumnya,KPK resmi menatapkan Sofyan Basir sebagai tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Sofyan Basir diduga membantu anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif, Eni Maulani Saragih,dkk menerima hadiah atau janji dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.


Atas itu,Sofyan Basir disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) dan (b),dan Pasal 11 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga :  Ratusan Tokoh Muda Islam NUsantara dan Aktivis Gelar Aksi Damai Dorong Kinerja KPK Mencegah dan Berantas Korupsi

Terkait perkara ini,mantan Menteri Sosial,Idrus Marham,baru saja divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Bukan cuma itu,mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar tersebut juga dikenakan denda Rp 150 Juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam putusannya,majelis hakim Pengadilan Tindap Pidan Korupsi Jakarta menyatakan,Idrus Marham terbukti menerima suap bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

Eni telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta subsider 2 bulan kurunngan. Selain itu,ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,87 Miliar dan 40 Ribu Dolar Singapura.

Baca Juga :  Meriahkan HUT TNI AL KE 74,Lanal Bengkulu Gelar Lomba Dayung Perahu Karet

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo selaku terdakwa pemberi suap divonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara. Bukan cuma itu, Johanes juga diwajibkan membayar denda Rp 250 Juta subsider 6 bulan kurungan.(horlas)
Editor : Edi Saputra


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: