Seni dan Budaya

Konser Sarioneng Parakansalak dan Orkes Simponi Digelar di Aula Simfonia Jakarta

Konser Sarioneng Parakansalak dan Orkes Simponi Digelar di Aula Simfonia Jakarta
Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

TANGERANG,TIRAIPESISIR.COM-Pemerintah Kabupaten Sumedang berkolaborasi dengan Kedutaan Perancis dan Institut Francais Indonesia,mempersembahkan pertunjukan kelas dunia Impressions Universelles dengan suguhan utama Konser Sarioneng Parakansalak dan Orkes Simponi,di Aula Simfonia Jakarta,Sabtu (11/5/2019).

Gamelan SARIONENG Parakan Salak dibuat di Sumedang pada tahun 1825 yang rancaknya dibuat di Thailand dari kayu besi. Gamelan SARIONENG yang menjadi koleksi Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang ini pernah dipamerkan di Amsterdam (1883) pada acara pameran teh, kopi dan kakao sedunia.


Pada tahun 1889 dipamerkan pada acara exposition promosi The Chicago, Amerika Serikat. Dua set gamelan SARIONENG dengan puluhan nayaga dan penari pada 1889 diangkut kapal laut ke Paris, Perancis. Misi dagang yang dibalut seni budaya dari Hindia Belanda itu ikut memeriahkan peresmian menara Eiffel.

Baca Juga :  Jokowi-Ma'ruf Amin Menaiki Kereta Kuda Menyambut Para Pendukungnya Di Tangerang

Saat peringatan hari jadi ke-441 Sumedang akan digelar Konser SARIONENG di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu 11 Mei 2019. Momentum strategis untuk membangun diplomasi budaya serta memancangkan kembali Sumedang Puseur Budaya Sunda menuju Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional dan Kreatif

Gamelan Sari Oneng dibuat pada tahun 1825 di perkebunan Parakan Salak oleh pengrajin Kota Kulon, Sumedang. Saat itu,Sumedang adalah pusat kebudayaan Sunda.
Herman Suyatman Sekretaris Daerah Sumedang kepada tiraipesisir.com lebih jauh menjelaskan,Adriaan Walraven Holle yang terpikat bahkan sampai tergila-gila dengan musik Sunda itu sehingga pamannya (Eduard Julius Kerkhoven) menulis : Sungguh saya tak habis pikir, Adriaan dan Bupati Sumedang bersama pemain lainnya terus latihan gamelan dari jam 8 pagi hingga jam 24 malam.


Akhirnya Gamelan Sari Oneng berhasil pentas di Amsterdam ( tahun 1883), Paris (tahun 1893), Chicago AS (tahun 1893). Bahkan gamelan Sari Oneng pun tampil pada saat peresmian menara Eiffel tahun 1889 bertepatan dengan perayaan 100 tahun Revolusi Prancis.

Baca Juga :  Wanto Sugito Caleg DPR RI Banten III Lakukan Bintek Para Saksi

Setelah nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda pada tahun 1956, Gamelan Sari Oneng diserahkan oleh Administatur MOA Huguenin kepada ahli waris Bupati Sukabumi RAA Soeria Danoe Ningrat. Setelah sang Bupati wafat pada 8 Desember 1975, ahli warisnya menitipkan Gamelan Sari Oneng ke Museum Geusan Ulun Sumedang. Mr. Huguenin pun berhasil menyerahkan “Gong Ageung” dari Pemerintah Kerajaan Belanda kpd Ir. RGS Soeria Danoe Ningrat mewakili keluarga pada 13 April 1989.

Gamelan Sari Oneng diiringi musik orchestra tampil kembali dimainkan di Aula Simfonia Jakarta.

Baca Juga :  Perseteruan Walikota Tangerang Dengan Menkumham Semakin Memanas

Turut hadir dalam acara tersebut,Bupati Sumedang,H.Donny Ahmad Munir,ST,MM dan Wakil Bupati,Erwan Setiawan serta memboyong ratusan Seniman dari Sumedang.(Dwi Wahyudi)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: