Kepulauan Meranti

Kondisi Jalan Poros Desa Bokor Hancur, Pekerjaan PT.Andam Dewi Lestari 2017 Tidak Berkualitas

Kondisi Jalan Poros Desa Bokor Hancur, Pekerjaan PT.Andam Dewi Lestari 2017 Tidak Berkualitas
FOTO FILE : Kondisi Jalan Poros Desa Bokor Rusak Parah. Foto : redaksi/tiraipesisir.com

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Kondisi Jalan Poros Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat yang merupakan akses jalan penghubung antar desa dan kecamatan di Pulau Rangsang kelihatan hancur. Akibatnya, aktifitas masyarakat berlalu lintas di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti itu menjadi terhambat, bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban mengalami luka-luka lecet pada bagian kaki dan tangan, karena kecelakaaan saat menempuh jalan yang rusak parah tanpa ada perbaikan itu.

Zulham (40), warga Desa Bokor saat ditemui tim redaksi, Kamis (29/10/2020), di lokasi jalan rusak tersebut mengatakan, disebabkan hancurnya jalan poros Desa Bokor ini mengakibatkan kegiatan dan roda perekonomian masyarakat semacam lumpuh karena semua kegiatan menjadi terlambat, namun terpaksa ditempuh masyarakat karena tidak ada jalan alternatif yang lain.


Plang proyek terletak di jalan pelabuhan Desa Bokor. Foto : redaksi/tiraipesisir.com

“Inilah pekerjaan PT.Andam Dewi Lestari tahun 2017 lalu, tidak ada mutu dan kualitasnya, belum sampai 3 tahun jalan sudah hancur, karena diawal pengerjaannya juga sudah kelihatan terjadi masalah. Oleh karena itu, kita ingatkan kepada Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Kepulauan Meranti, PT.Andam Dewi Lestari jangan pernah lagi diberi pekerjaan proyek khususnya di Rangsang ini,” ucapnya kesal.

Baca Juga :  Bawaslu Riau Ucapkan Terima Kasih, Gubri Keluarkan SE Larangan Manfaatkan Bantuan Covid-19 Gunakan Untuk Kepentingan Politik

Kita tahu, lanjut Zulham, awalnya dalam proses tender dan pada papan plang proyek nama pekerjaan tertulis “Peningkatan Jalan Pelabuhan Peranggas-Kayu Ara”, tapi saat mulai dikerjakan oleh PT.Andam Dewi Lestari, titik nol pengerjannya dimulai dari Pelabuhan Desa Bokor, sehingga ada jalan dari Desa Peranggas-Telaga Baru menuju Desa Bokor yang tidak dikerjakan,” urainya lagi.

Kepala Desa Bokor, Iriyanto Abdullah, yang coba dimintai keterangannya terkait tentang hancurnya Jalan Poros Desa Bokor kepada redaksi membenarkan. “Benar pak, Jalan Parit Sadar Kasih dan Jalan Pelita I Desa Bokor kondisinya hancur pak,” tutur Iriyanto Abdullah yang akrab disapa Yanto itu.


Akibat kondisi jalan rusak parah seperti ini, kata Yanto, aktifitas warga menjadi terhambat tidak bisa lancar seperti biasanya. “Jalan yang hancur ini juga merupakan jalur jalan penghubung antar desa dan kecamatan, bila masalah ini tidak secepatnya diatasi, kondisi jalan akan semakin hancur dan bisa berdampak fatal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Akui Gunakan Dana DAK 2016 Untuk Program Lain

“Saya jadi bingung pak, mau kita perbaiki dengan menggunakan dana DDS dari pemerintah pusat, jelas tidak mampu pak. Apalagi dengan kondisi pandemi covid-19 ini, dana DDS sebagian besar sudah terpangkas, dialihkan ke BLT untuk masyarakat kita di desa,” urai Yanto lagi.

Sementara, jalan yang hancur itu, tutur Yanto, adalah jalan kabupaten, saya berharap, Pemkab Meranti dapat secepatnya mencarikan solusinya.

“Saya harap, Pemkab Meranti dapat mencari solusinya, setidaknya bisa diperbaiki dengan menggunakan dana swakelola dari Dinas PUPR Meranti,” tandas Yanto berharap. (Red/A01/09)
Editor : Zai

Baca Juga :  Peduli Covid-19, DPC PKB Salurkan 350 Paket Untuk Masyarakat Meranti

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: