Hukum

Kepala KPH Meranti, Sri Irianto : Laporan DPC BARAJP Dapur Arang Kopsilva Diminta Ditutup Tetap Ditindaklanjuti

Kepala KPH Meranti, Sri Irianto : Laporan DPC BARAJP Dapur Arang Kopsilva Diminta Ditutup Tetap Ditindaklanjuti
FOTO FILE : Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Sri Irianto saat rapat di Pekanbaru, Selasa (01/11/2020). Foto : redaksi/tiraipesisir.com

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Sri Irianto tetap menindalanjuti laporan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARAJP) Kabupaten Kepulauan Meranti, tertanggal 04 Nopember 2020 lalu, perihal dapur arang anggota Koperasi Silva diminta segera ditutup.

“Tetap ditindalanjuti pak,” kata Sri Irianto kepada redaksi tiraipesisir.com saat dihubungi, Selasa (01/12/2020) sekira pukul 09:30 WIB pagi.


Ketua DPC BARAJP Kabupaten Kepulauan Meranti, Zainuddin,Hs,S.Ag ketika dikonfirmasi, Selasa (01/12/2020) membenarkan bahwa pihaknya ada menyurati secara resmi UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, tanggal 04 Nopember 2020 lalu perihal dapur arang anggota Koperasi Silva diminta segera ditutup.

Baca Juga :  Aida Dapat Bantuan Sepeda dari Baznas Meranti

“Kita surati UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, perihal dapur arang Koperasi Silva yang produksi di Pulau Tebing, Pulau Merbau, dan Pulau Rangsang, diminta segera ditutup,” terang Zainuddin.


Menurutnya, kenapa pihaknya menyurati UPT KPH Tebing Tinggi dan diminta segera dapur arang anggota Koperasi Silva itu ditutup alasannya adalah :
1. Dapur-dapur arang anggota Koperasi Silva tersebut tidak ada memiliki Izin Industri dan Izin Pemanfaatan Hutan.
2. IUPHHK-HTR, Koperasi Silva, Nomor 106/HK/KPTS/VI/2014, tanggal 23 Juni 2014, seluas 700 hektar, terletak di Pulau Padang, Kecamatan Putri Puyu, bukan di Pulau Tebing Tinggi, Pulau Merbau dan Pulau Rangsang.
3. Koperasi Silva dengan sengaja pelanggar Peraturan Gubernur Riau Nomor : 53 Tahun 2020, dan Permen LHK Nomor P.83 Tahun 2016.
4. Koperasi Silva dengan sengaja melakukan penebangan liar terhadap hutan Negara.
5. Koperasi Silva dengan sengaja menghilangkan penerimaan Negara dari sektor DR dan PSDH pada areal hutan Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, dan Pulau Merbau.
6. Ketua Koperasi Silva, Atan, membohongi Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti.
7. Koperasi Silva melakukan kegiatan tidak sesuai dengan izin yang dimilikinya.

Baca Juga :  Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti Belum Ada Dana

“Sedikitnya, berdasarkan 7 item itu merupakan keterangan kita meminta kepada Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Sri Irianto, segera menutup aktifitas dapur arang anggota Koperasi Silva di Pulau Tebing Tinggi, Merbau dan Rangsang, sebelum mengkantongi semua izin yang ditentukan oleh pemerintah,” tandasnya. (Azman)

Editor     : Redaksi
Sumber : DPC BARAJP Meranti
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: