Jakarta

Kepada Hakim,Fredrich Ancam Tak Mau Lagi Hadiri Persidangan

Kepada Hakim,Fredrich Ancam Tak Mau Lagi Hadiri Persidangan
Advokat Fredrich Yunadi saat menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,Kamis (8/2/2018). Fredrich Yunadi didakwa menghalangi proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tersangka mantan Ketua DPR Setya Novanto.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA-Terdakwa Fredrich Yunadi naik pitam saat permohonannya ditolak majelis hakim. Fredrich mengancam tidak akan mau lagi hadir dalam persidangan-persidangan berikutnya. Hal itu dikatakan Fredrich seusai hakim membacakan putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,Senin (5/3/2018).

“Kalau memang majelis hakim berpendapat begini,kami enggak akan menghadiri sidang lagi. Saya punya hak asasi manusia. Kalau Bapak (hakim) memaksa kehendak Bapak. Kami memaksa enggak akan hadir,”ujar Fredrich kepada hakim.


Awalnya,Fredrich mengajukan banding atas putusan sela yang telah dibacakan hakim. Fredrich tak terima eksepsi atau nota keberatan yang dia ajukan ditolak oleh hakim. Sambil Emosi, Fredrich Ajukan Banding karena Eksepsinya Ditolak. Pertama,Fredrich ingin agar materi praperadilan yang pernah dia ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dapat dibahas lagi di pengadilan tipikor. Kedua,Fredrich mempersoalkan status penyidik KPK yang sudah berhenti dari kepolisian. Ketiga,Fredrich menuduh dokumen penyidikan yang dibuat KPK terhadap dirinya ada yang melanggar hukum.

Baca Juga :  Malam Takbiran,Jokowi Akan Berkumpul Di Istana Bogor Bersama Keluarga

Ia pun meminta agar Ketua KPK Agus Rahardjo,Deputi Penindakan KPK Heru Winarko,hingga Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman dihadirkan di pengadilan. Namun,semua permintaan itu ditolak hakim. “Kami tetap perintahkan jaksa untuk menghadirkan saksi-saksi,”kata Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri. Jaksa KPK Tukang Tipu,Anak Muda Kemarin Sore Mendengar tanggapan hakim,Fredrich semakin membulatkan keinginannya untuk tidak akan menghadiri persidangan berikutnya. Namun,majelis hakim mengabaikan ancaman itu. Hakim meyakini jaksa memahami hukum acara pidana apabila terdakwa menolak hadir di persidangan. “Kami akan tetap. Saya tidak akan bicara dan tidak akan mendengarkan karena itu hak asasi manusia saya. Jangan memaksakan kehendak. Saya enggak mau hak saya diperkosa,” kata Fredrich. (red)
Sumber : KOMPAS.com



author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: