Labuhanbatu

Kejari Labuhanbatu Tahan Rekanan Korupsi LPJU Rp 8,7 Miliar

Kejari Labuhanbatu Tahan Rekanan Korupsi LPJU Rp 8,7 Miliar

RANTAUPRAPAT,TIRAIPESISIR.COM-Setelah menahan PPK, Kejaksaan Negeri Labuhanbatu selanjutnya menahan Rekanan yang terlibat dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pngadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan total nilai anggaran Rp. 8,7 Miliar.

“Ya, kami menahan Direktur CV Mandiri bernama M Yusuf, warga Rantauprapat selama 20 hari kedepan untuk mempermudah proses penyidikan,” kata Kajari Labuhanbatu Setyo Pranoto, didampingi Kasipidsus M Husairi dan Kasintel Ricardo Marpaung, Rabu malam di Rantauprapat.


Dia menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan setelah usai dimintai keterangan sebagai tersangka berdasarkan Pengembangan Kasus Korupsi LPJU Tahun Anggaran 2013-2015 APBD Labuhanbatu dan tersangka di titipkan di Lembaga Pemasyarakatan Lobusona Rantauprapat.

Baca Juga :  Plt.Bupati H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT MTQ Ke-48 Dan Festival Rantauprapat Harus berjalan lebih baik

Sebelumnya, Senin (11/12/2017) lalu, Kejaksaan telah menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Labuhanbatu, Julius, terkait korupsi LPJU dari APBD 2014.

Perkara tersebut merupakan Pengembangan Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan dan Pemasangan LPJU di 8 tempat.


Yakni, tahun 2013 ada 5 tempat Paket Proyek di Jalan H Adam Malik senilai Rp. 3,9 Miliar. Diantaranya di Jalan Sirandorung-Pasar Gelugur Rp. 662,5 juta, di Jalan Dewi Sartika-Perumahan Urung Kompas Rp. 323 juta, di Aek Nabara Bilah Hulu senilai Rp. 609 juta dan di Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir senilai Rp. 990,9 juta.

Baca Juga :  Intip Keseruan Ratusan Raider Sumut dan Riau Jelajah Alam Rantauprapat

Tahun 2014 di Jalan Urip Sumodiharjo dan Jalan KH Ahmad Dahlan senilai Rp. 638,8 juta. Tahun 2015, di Jalan Umum Telaga Suka Kecamatan Panai Hilir Rp. 856,5 juta dan di Desa Sei Sanggul-Desa Sidorukun Kecamatan Panai Hilir Rp. 734,3 juta.

Pihaknya akan mengembangkan penyelidikan dan meminta keterangan kepada pihak yang terlibat Praktik Korupsi LPJU.

“Penanganan korupsi harus ada sisi intelegennya,tidak terburu-buru harus sabar, harus diteliti dampaknya”,ujar Setyo Pranoto. (Okta)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: