Hukum

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Sungai Tohor,Kejari Meranti Tetapkan 4 Orang Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Sungai Tohor,Kejari Meranti Tetapkan 4 Orang Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga Sungai Tohor,Kejari Meranti Tetapkan 4 Orang Tersangka, Kamis 14 Desember 2017,04:35 Wib. (Foto : Redaksi)

Liputan : Red/Zai


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM- Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat,Kecamatan Tebing Tinggi Timur,Kabupaten Kepulauan Meranti,akhirnya terbukti demi hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan 4 orang tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Dermaga tersebut,Kamis (14/12/2017).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Meranti,Suwarjana,SH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino,SH ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, bahwa ke 4 tersangka tersebut masing-masing berinisial HAR,FAH, BAS dan YUD.

Untuk diketahui berinisial HAR adalah Kepala Dinas,dan berinisial FAH Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Meranti. Sedangkan berinisial BAS dan YUD merupakan kontraktor pembangunan Dermaga tersebut.


“4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial HAR selaku PA (Pengguna Anggaran),berinisial FAH selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan berinisial BAS selaku Sub Kontraktor serta berinisial YUD selaku pemenang tender,”ujar Roy Modino.

Baca Juga :  Ketua Perkumpulan BaraJP Meranti Minta Sekdakab Meranti Menjawab Surat Konfirmasi LSM

Menurutnya,3 dari 4 orang tersangka yakni berinisial FAH,BAS dan YUD,setelah dilakukan pemeriksaan diruang Pidsus,akan langsung dititipkan atau ditahan di Cabang Rutan Bengkalis di Selatpanjang, Jalan Tanjung Harapan,Kelurahan Selatpanjang Kota,selama 20 hari kedepan.

Sementara,tersangka bernisial HAR selaku PA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Kepulauan Meranti,tidak hadir dalam pemeriksaan pada,Kamis (14/12/2017).

“Tersangka berinisial HAR tidak memenuhi panggilan kita,dia berkilah sedang berada diluar kota,namun kita akan tetap memprosesnya. Jika mangkir lagi akan kita keluarkan surat pencekalan dan DPO,”kata Roy.

Tersangka BAS dan YUD keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17:00 WIB tanpa kuasa hukum. Sebelum menuju Rutan,mereka diarahkan ke RSUD untuk diperiksa kesehatannya.

Baca Juga :  Buka MTQ Ke-8 Kecamatan Tebing Tinggi Timur,Wabup Ajak Masyarakat Kembali Pada Al-Quran

Sementara Fah masih diperiksa, karena berkasnya masih kurang lengkap,dia ditemani kuasa hukumnya.

Roy menjelaskan,penahanan terhadap ke 4 tersangka itu berdasarkan surat penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Meranti Nomor Print-01/N.4.14/fd.1/09/2017 tanggal 20 september 2017.

Lebih lanjut dijelaskannya, penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangunan dermaga tersebut menggunakan anggaran tahun 2015 senilai Rp3,5 miliar dengan total kerugian negara sebesar Rp 850 Juta.

“Penyelidikan kasus korupsi ini berdasarkan laporan masyarakat dilanjutkan dengan proses penyidikan guna mencari dan mengumpulkan alat bukti. Kerugian negara yang kita taksir mencapai Rp 850 juta. Angka itu kemungkinan bertambah hingga Rp 1 Miliar lebih,karena ada item yang luput dari penyidikan dan belum sempat dilakukan,”terang Roy

Sebelumnya,Roy menilai ada kerugian negara terhadap proyek pembangunan Pelabuhan Sungai Tohor Barat yang menggunakan dana APBD tersebut.

Baca Juga :  Satlantas Polres Meranti Sambangi MTs Negeri 1 Selatpanjang Giat Dikmas Lantas Tahun 2019

“Tentu ada kerugian negara disitu, soalnya pelabuhan itu tidak selesai dan tidak bisa digunakan. Sedangkan realisasi hanya 89 persen,”ujar Roy.

Roy juga mengungkapkan,selain tidak siap,pelabuhan tersebut juga dinilai tidak sesuai bestek.

“Dari pemeriksaan di lapangan, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menemukan beberapa titik yang tidak sesuai bestek,”ujar Roy.

Untuk diketahui,pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat,Kecamatan Tebing Tinggi Timur,Kabupaten Kepulauan Meranti itu dibangun secara dua tahap. Pada tahun 2014 dibangun dengan biaya Rp 500.000.000,00 dan pada tahun 2015 kembali dilanjutkan dengan biaya Rp3.500.000.000,00 melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti yang bersumber dari dana DAK.

Pembangunan jembatan ini disinyalir terbengkalai karena habisnya biaya untuk kelanjutan pembangunannya.***
Editor : Red


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: