Kepulauan Meranti

Kapolres Meranti,AKBP La Ode Ungkap Peristiwa Tertembaknya Safrizal

Kapolres Meranti,AKBP La Ode Ungkap Peristiwa Tertembaknya Safrizal

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Peristiwa tertembaknya Safrizal (14) bocah warga Dusun Gema,Desa Sialang Pasung,Kecamatan Rangsang Barat oleh salah seorang anggota Polsek Rangsang Barat,Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diungkap Kapolres Kepulauan Meranti,AKBP La Ode Proyek,SIK,SH.

AKBP La Ode menerangkan, kronologis terkait terjadinya penembakan berawal pada hari, Minggu (11/02/2018).sekitar pukul 21:00 wib di Desa Lemang, Kacamatan Rangsang Barat telah terjadi pencurian makanan di rumah warga yang dilakukan oleh syafrizal.


Lalu warga mengamankan syafrizal bersama Kepala Desa (Kades) Lemang,Edi Mulkan membawa syafrizal ke Polsek Rangsang Barat didampingi oleh bhabinkamtibmas Bripka Joni Hendra.

Setelah sampai di Polsek Rangsang Barat,dengan menunggu pihak keluarga syafrizal datang untuk dilakukan perdamaian,karena syafrizal dibawah umur,ternyata pihak keluarga syafrizal tidak datang, kemudian syafrizal diamankan di Mapolsek Rangsang Barat.

Baca Juga :  Wabup Kukuhkan Pengurus P2TP2A Kepulauan Meranti

Selanjutnya,pada hari,Selasa (13/02/2018) sekitar pukul 05:45 Wib, Briptu Budi Setiawan pulang dari shalat subuh mendapati hp merk samsung j2 pro miliknya yang sedang dicas di kamar mess Polsek Rangsang Barat sudah hilang,diduga diambil oleh syafrizal.


Kemudian Briptu Budi Setiawan bersama Brigda Riki Masri dan Bripda Hasbulah Akbar berusaha mencari syafrizal untuk dilakukan penangkapan,karena diduga telah mengambil hp milik Briptu Budi Setiawan.

Pukul 10:00 Wib,Syafrizal ditemukan Briptu Budi di Jalan Dusun Gema, Desa Sialang Pasung kemudian dilakukan penangkapan,setelah diperiksa ternyata hp tersebut ada di dalam saku celana syafrizal.

Baca Juga :  Seorang Wanita Anggota Satpol PP Meranti Meninggal Tertabrak Di Halaman Kantornya

Saat ditangkap,Syafrizal melakukan perlawanan terhadap Briptu Budi dengan cara menggigit tangan Briptu Budi sampai luka dan mengeluarkan darah,namun gigitan tersebut tidak dilepas sehingga Bripda Akbar berusaha menolong dengan cara mengeluarkan senjata jenis air softgun untuk memberikan peringatan terhadap syafrizal,namun tidak digubris.

Sementara senjata pengamanannya tidak terkunci,sehingga tembakan terlepas dan mengenai bahu kanan syafrizal,gigitan ditangan Briptu Budi terlepas.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti,bahwa peluru tersebut sudah turun kerongga dada sebelah kanan,sehingga harus dilakukan operasi karena peralatan medis RSUD Meranti tidak memadai dan harus segera dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru yang didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Jimmy Andre,SH,MH dan kedua orang tua syafrizal,menurut keterangan dokter bahwa kondisi syafrizal masi stabil.

Baca Juga :  Maraknya Covid-19, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Laksanakan Pendisiplinan dan Sosialisasi di Pelabuhan Tanjung Harapan

Saksi dari penembakan tersebut,Budi Setiawan (30). Pekerjaan,Polri. Dayat (43). Pekerjaan,Wiraswasta.

“Untuk kedua anggota saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Meranti,”terang AKBP La Ode. (Red)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: