Kepulauan Meranti

Kapala Desa Jangan Takut Melaporkan Progres Penggunaan Dana Desa Ke Kejaksaan

Kapala Desa Jangan Takut Melaporkan Progres Penggunaan Dana Desa Ke Kejaksaan
Ilustrasi Kejaksaan.

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Merujuk kepada Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : 16 Tahun 2018 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, disarankan agar para Kapala Desa (Kades) se Kabupaten Kepulauan Meranti jangan takut melaporkan progres penggunaan dana desa (DDS dan ADD) ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Meranti agar penggunaan dana desa tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, dan mencegah terjadinya penyimpangan.

Hal itu dituturkan, Ketua TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepulauan Meranti,Zia Ul Fattah,SH, ketika berbincang-bincang dengan redaksi tiraipesisir.com, Minggu (15/9/2019) di Selatpanjang.


“Program ‘Jaga Desa’ berfungsi mengoptimalkan penyerapan, penggunaan dana desa agar tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu, dan mencegah terjadinya penyimpangan, serta supervisi dalam pengelolaan dana desa,” jelas Kasi Intel Kejari Meranti itu.

Baca Juga :  Jembatan Selat Rengit Tak Kunjung Selesai,Tokoh Pulau Merbau Angkat Bicara

Program Jaga Desa, terang Zia, beda dengan TP4D karena dana desa tidak termasuk dalam kriteria sasaran TP4D.

“Program Jaga Desa jangan dianggap sebagai wadah memata matai kegiatan atau keuangan desa,” tegas Ketua TP4D Kejari itu lagi.


“Program Jaga Desa, kata Zia, tidak melihat atau mencampuri subtansi kegiatan desa, jadi para Kades jangan takut untuk melaporkan progres penggunaan dana desa ke Kejaksaan, kejujuran pelaporan sangat diutamakan.

“Program ini juga jangan dianggap seolah-olah kami melindungi desa, jika dikemudian hari ditemukan adanya penyimpangan dana desa,” tandasnya. (A01/09)
Editor : Zai/Redaksi

Baca Juga :  Satlantas Meranti Sita 365 Kendaraan Dalam Ops Patuh Muara Takus 2019

author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: