Peristiwa

Izin Panglong Arang di Meranti Hanya Rekomendasi Dari Dishut Meranti Tahun 2015 Silam

Izin Panglong Arang di Meranti Hanya Rekomendasi Dari Dishut Meranti Tahun 2015 Silam

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Panglong arang yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak satupun mengantongi izin industri dan izin usaha pemanfaatan hasil hutan. Izinnya menggarap hutan kayu bakau secara illegal hanya mengkantongi sebentuk rekomendasi dari Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Ir.Mamun Murod,MM.MH, tahun 2015 silam.

Pantauan redaksi di lapangan, untuk bahan baku kayu bakau dan kayu bakarnya dipasok langsung oleh para penebang yang datang menjual ke panglong arang yakni masyarakat desa yang bersepadan dengan hutan bakau, dan sebagian yang berdomisili di sekitar panglong.


Pendapatan penebang, rata-rata satu hari mereka bisa dapat 500 kg dan paling banyak sampai 1 ton. Dibayar pemilik panglong dengan harga @ Rp 130/kg/500 kg = Rp 65.000/hari. Terkadang, mereka hanya bisa dapat 200 kg saja, tergantung pada kondisi pasang surut air laut.

Foto : Istimewa/red/tiraipesisir.com

Kesannya, pemilik panglong arang memperbudak warga desa menebang hutan bakau secara illegal dengan penghasilan yang minim hanya sebesar Rp 65.000/hari kotor, tentunya ini perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Pemerintah Provinsi Riau, serta aparat penegak hukum.

Baca Juga :  HASTO Kristyanto Pimpin Upacara HUT RI Ke 74 Bersama Ribuan Kader serta Simpatisan PDIP

Warga desa yang berdomisili di sekitar panglong, tidak hanya bekerja sebagai pencari bahan baku kayu bakau dan kayu bakar jenis kayu nyirih dan kayu campuran secara illegal, sebagian warga desa juga bekerja sebagai penjaga api dapur dan bekerja sebagai pemotong kayu arang (jenis kaci) dengan upah Rp 20.000/ton, nasibnya sama dengan si penebang.


Sementara, kehidupan si pemilik panglong arang kelihatan cukup senang dan mewah, dapur-dapur arang mereka bertahun-tahun terus berasap memproduksi ‘uang dolar’ dengan mengorbankan dan menghancurkan ekosistem hutan produksi kayu bakau (mangrove) di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.

Baca Juga :  Viral di Medsos: BBKSDA Riau Turunkan Tim Pastikan Jejak Harimau

Mantan Kepala Dinas Kehutanan (Kadisahut) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir.Mamun Murod,MM.MH, yang kini menjabat sebagai Kadishut Provinsi Riau saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan SMS ke nomor kontak 0811752…terkait rekomendasi yang diberikannya kepada pemilik panglong arang di salah satu desa di Kabupaten Kepulauan meranti, hingga berita ini diterbitkan tidak bersedia memberikan keterangan. (A01/09)

Editor     : Zainuddin
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: