Jakarta

Hobby Sebar Hoax,Terancam Hukuman 5 tahun Penjara

Hobby Sebar Hoax,Terancam Hukuman 5 tahun Penjara

JAKARTA,TIRAIPESISIR.Com-Sejumlah pihak yang gemar menyebarkan berita bohong alias hoax diharapkan lekas bertobat jika tak ingin nasibnya dibui seperti Mustofa Nahrawardaya.

Pria yang juga salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tersebut dipenjara dan ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax kerusuhan 22 Mei.


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Mustofa akan dikenakan ancaman hukuman diatas 5 tahun. “Ditahan untuk 20 hari ke depan. (Pertimbangan menahan) Ancaman hukuman di atas 5 tahun,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Senin (27/5/2019).

Awalnya Mustofa dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomo 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kemudian saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut penyidik menambahkan jeratan pasal pada Mustofa.

Baca Juga :  Upaya Menekan Lakalantas, Perlunya Meningkatkan Kembali Kualitas Layanan Era Digital

“Yang bersangkutan oleh penyidik disangkakan melanggar Pasal 45 huruf a, Pasal 28 Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Pasal 14 ayat 1 dan 2, serta pasal 15 Undang-undang 1 Tahun 1946,” jelas Dedi.


Brigjen Dedi menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati menggunakan media sosial. “Oleh karenanya seluruh masyarakat untuk betul-betul berhati-hati. Untuk menggunakan media sosial, harus betul-betul cek dan ricek, harus betul-betul disaring dulu sebelum di-sharing setiap konten baik itu foto, video, narasi,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Terkait Money Politik : Caleg DPR RI Partai Gerindra,M.Taufik,Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

“Harus diklarifikasi dan konfirmasi dulu kepada institusi yang kompeten. Jadi jangan langsung ikut-ikutan memviralkan, bahkan menambahkan foto, narasi dan sebagainya,” sambungnya.

Sebelumnya di media sosial ramai disebarkan informasi disertai narasi hoax bahwa ada korban anak di bawah umur bernama Harun Rasyid dipukuli hingga meninggal dan terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jalan Kampung Bali XXXIII No 3, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,” demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa.

Baca Juga :  Hakim Balikpapan OTT KPK,Amankan Uang Tunai Rp 100 Juta

Namun faktanya orang dalam video yang diviralkan Mustofa itu bukan anak-anak tapi pria berusia 30 tahun berinisial A alias Andri Bibir dan masih dalam kondisi hidup. Andri Bibir adalah salah satu perusuh yang menyuplai batu untuk perusuh lainnya untuk digunakan melempari polisi dan gedung Bawaslu RI pada Kerusuhan 22 Mei 2019.( Dwi wahyudi/A07/09 ).

Editor : Edi Saputra


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: