Medan

Harumkan Nama Indonesia di tingkat Internasional, Kejatisu Bangga dengan Prestasi Muhammad Ja’far Hasibuan

Harumkan Nama Indonesia di tingkat Internasional, Kejatisu Bangga dengan Prestasi Muhammad Ja’far Hasibuan

MEDAN, TIRAIPESISIR.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Fachruddin Siregar SH MH, didampingi oleh Asisten Intelijen Leonard Simanjuntak SH. MH, dan Kasipenkum Sumanggar Siagian, SH menerima audiensi Muhammad Jafar Hasibuan berhasil sabet medali emas dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA SPECIAL AWARD di CSITF di Sanghai, China yang digelar pada 16 – 26April 2019 di ruang kerja Kejatisumut Lt II Jenderal Besar A.H.Nasution No. 1C, Pangkalan Medan Selasa. (25/7/19).

Kejatisumut marasa bangga akan prestasi yang sangat luar biasa tersebut, yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di level dunia dan mengundang berbagai pihak ikut serta mendukung anak Sumut.


Adalah Ja’far Hasibuan mengharumkan negara Indonesia serta mensupport untuk masa depan. Ja’far Hasibuan adalah salah satu putra warga Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara. Sebagai latar belakang anak yang kurang mampu, tapi keuletannya dan kegigihannya sangat kuat untuk mengikuti Ajang Kejuaraan CSITF berlangsung Di China. Sebelum keberangkatannya ke China, Ja’far meminta arahan dan bimbingan kepada orang tuanya. Putra Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut di mata masyarakat adalah seorang rendah hati, sopan kepada orang tua.

Baca Juga :  Mantap, Mahasiswa Meranti Raih Trophy Runner-Up di Ajang Bergengsi se- Sumatera

“Saya berterimakasih kepada Kejati Sumut. Berkat dukungan Kejatisumut dan tidak mengira ini masih ada lagi sesosok manusia di dunia ini dari penegak hukum yang mendukung full prestasi anak muda indonesia semoga sukses dalam karirnya dan mengajak pada masyarakat sumut mari kita doakan karirnya meningkat lagi,” ucap Ja’far di ruangan Kejatisumut Lt. II Jl. Jenderal Besar AH Nasution No.1 C, Pangkalan Masyhur Medan.

Diketahui, bahwa Ja’far mengembangkan produk yang terbuat dari udang khas pesisir selatan Malaka yang di sana dikenal sebagai udang halus kecil segar yang berhabitat di bawah hutan bakau. Menurut Ja’far, di wilayahnya banyak terdapat udang jenis itu.


Inovasinya ini diberi nama sebagai Biofar Shrimp Skin Care. Menurut Ja’far inovasinya itu bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta luka di kulit.

Baca Juga :  Pemkab Labuhanbatu Akan Jalin Kerjasama Dengan Rusia Bangun Bandara dan Pelabuhan Laut di Sei Berombang

“Uji coba pada manusia yang terkena luka benda tajam, secara positif dapat menyembuhkan rasa nyeri dalam dua jam,” kata Ja’far kepada wartawan, Selasa (25/7) siang.

Bukan tanpa alasan jika Ja’far menamai inovasinya dengan Biofar Shirimp Skin Care. Menurutnya, nama itu diambil dari penggalan nama tengahnya, yakni Ja’far.
“Bio kan alami, far itu nama saya, kan Ja’far,” ujar dia.

Karena terbuat dari bahan dasar udang, inovasi temuan Ja’far ini kerap disebut sebagi terasi. Namun begitu, Ja’far menolak inovasinya itu disebut sebagai terasi. Berbeda dengan terasi, yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, Ja’far lebih suka inovasinya disebut dengan Biofar.

“Jangan disebut terasi, nanti publik salah persepsi,” kata Ja’far.

Menurutnya, inovasinya itu merupakan campuran antara udang lokal di daerahnya (Udang Halus Segar) dengan garam. Ja’far sendiri tidak menceritakan kandungan zat apa di dalam udang itu yang berperan dalam menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Dia hanya menyampaikan bahwa inovasinya itu terinsipirasi dari temuan peneliti Institut Pertanian IPB tentang kulit udang.
Inovasi Ja’far ini berbentuk serbuk dan pasta cair. Meskipun begitu, Ja’far mengaku bahwa olahannya itu tidak berbau.

Baca Juga :  Coffee Morning Meeting BPODT, Pengembangan Wisata Danau Toba Butuh Tambahan Energi Listrik

“Tidak berbau seperti terasi,” kata Ja’far.

Ja’far sendiri merahasiakan cara pengolahannya. Menurutnya produknya itu difermentasikan dengan teknik tertentu yang belum bisa dipublikasikan.
“Kalau pengolahannya kami rahasiakan,” tuturnya.

Menurut Ja’far penggunaan Biofar itu bisa lewat luar atau pun dalam. Jika lewat luar bisa dioleskan ke sekitar luka, sedangkan jika lewat dalam dengan cara dicampur air terus diminum.
“Kalau dicampur air, ambil sesendok teh serbuk Biofar terus tuangkan ke air hangat sebanyak 200 milimeter


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: