Indonesia

Gudang Dan Pelabuhan TKP Ratusan Rokok Illegal, Ternyata Milik Ketua MAKIN Meranti

Gudang Dan Pelabuhan TKP Ratusan Rokok Illegal, Ternyata Milik Ketua MAKIN Meranti

 

 


MERANTI,TiraiPesisir.Com – Tempat penimbunan hasil penyelundupan rokok illegal berasal dari batam yang berhasil diamankan oleh Kepolisian Perairan IV-2003 Polda Riau selasa (07/03/ 2017) dini hari kemaren ternyata Gudang karet milik Zhuang Win cin ialah Ketua Majelis Agama Kongfucu Indonesia (MAKIN) Kepulauan Meranti.

 

Untuk mengelabuhi petugas adanya Aktivitas penyelundupan rokok illegal di wilayah Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti dengan sekala besar yang selama ini sudah menjadi sorotan oleh banyak pihak akhirnya dapat ditangkap oleh Anggota PolAir Polda Riau dengan mengamankan satu orang tersangka yakni Johnny (35) dan 300 tim rokok illegal tanpa cukai.


 

Meskipun demikian gudang karet milik Win cin yang menjadi TKP oleh anggota PolAir Polda Riau,dimulai awal penangkapan hingga barang bukti dibawa kepekanbaru tidak di lakukan penyegelan oleh petugas bahkan di lokasi terlihat adanya aktivitas yang dilakukan di gudang tersebut.

 

Pada awal sebelum terjadinya penangkapan oleh PolAir Polda Riau, Rokok illegal berjumlah 300 tersebut dititipkan digudang karet milik Zhuang Win cin kemudian diamankan oleh anggota Polair saat sedang melakukan patroli rutin diperairan Tebing Tinggi, pada saat itu Briptu Yogi Pandelta bersama dengan Bharatu Hasrul melihat speed boat bermesin gatung 5 buah sedang sandar dipelabuhan bongkar muat karet jalan air gemuruh Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, saat speed boat patroli mulai mendekat, speed boat bermesin 5 buah tersebut langsung tancap gas dan meninggalkan sisa rokok dilokasi.

Baca Juga :  Upaya Cegah Covid-19, Babinsa Laksanakan Pendisiplinan di Pelabuhan

 

Dalam menanggapi itu Ketua Majelis Agama Kongfucu Indonesia Zhuang Win cin membenarkan bahwa, tempat yang dilakukannya penyimpanan Rokok Rokok Illegal tersebut untuk sementara ialah gudang karet yang ia miliki

 

” Gudang Karet itu punya saya, iya teman kita ingin memakai ruangan tersebut untuk menyimpan rokoknya yang masuk dari batam,” Ungkap pria berbadan gemuk dan mata sipit itu saat ditemui dikelenteng jalan ibrahim,Selatpanjang Barat Rabu (08/03/2017) siang

 

Ia mengatakan kalau pihaknya tidak ingin dalam pekerjaan pribadi menggunakan nama MAKIN pasalnya,nama MAKIN tersebut ialah organisasi sosial keagamaan dan ia menjelaskan bahwa Johnny bukanlah Anggota MAKIN Kepulauan Meranti

Baca Juga :  Tim Jum'at Barokah Haji Asmar Bagi-bagi Takjil kepada Pengendara

 

” Tersangka penyeludup rokok (Johnny) bukan anggota MAKIN, dia tidak ada SK sebagai pengurus MAKIN, dia hanya ikut memeriahkan event saat imlek kemaren, memang saat itu ia mengunakan baju, tetapi dalam persoalan ini kalau bisa jangan bawa bawa nama MAKIN, soalnya organisasi itu kegiatan untuk keragaman dan sosial, kita dari pengurus MAKIN tidak ada berfikir kalau ini akan dijadikan sebagai dekingan dalam usaha apapun,” Kilahnya

 

Sementara itu Sogiran selaku RT/01 RW/03 dilingkungan tertangkapnya ratusan rokok illegal itu memaparkan sebelum terjadinya penangkapan sekitar sore hari Johnny selaku pemilik rokok illegal tersebut menelpon dan memberitahukan bahwa pada malam hari ia akan memasukkan barang (Rokok,red) digudang karet milik Zhuang Win Cin, dibalik itu ia selaku RT menanyakan apakah rokok rokok tersebut resmi atau tidak kalau misalkan resmi ia tidak masalah

Baca Juga :  Tidak Terima Pekerjaannya Dibilang Asal Jadi,Jhon Akui Sudah Sesuai RAB

 

” Saat itu saya sedang bertani terus ada yang menelpon lalu saya tanya siapa katanya johnny, ia meminta maaf kepada saya kalau baru sekarang memberitahu kalau nanti malam akan masuk rokok,saya tentu bertanya apakah barang yang dibongkar dipelabuhan karet ini halal, kalau halal silahkan tetapi kalau tidak saya tidak akan mau,ia menjawab serta bersumpah kalau barang yang dibongkar halal dan resmi,” Kata Pak RT

 

Anehnya lanjut pak RT, pada malam hari saya keluar sebentar melihat barang masuk dari pelabuhan setelah itu saya pulang, kemudian setelah saya hampir sampai kerumah terdengar suara tembakan dari arah pelabuhan, saya kaget lalu melihat dari jauh kalau speed boat yang membawa rokok sudah kabur dan pekerja yang mengangkat barang menggigil ketakutan,” Ujarnya (Dhame/Tommy)

 

 


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: