Kepulauan Meranti

Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara di Tengah Pandemi

Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Surat Suara di Tengah Pandemi

Penerapan Prokes Menjadi Aspek Penting KPUD Kepulauan Meranti

MERANTI, TIRAIPESISIR.COM – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kepulauan Meranti gelar simulasi pemungutan dan penghitungan surat suara Pilkada Serentak 2020.


Simulasi pemungutan suara tersebut dilaksanakan di halaman Sekolah Dasar Negeri 03 Selatpanjang. Tersebab pandemi Covid-19, protokol kesehatan (prokes) menjadi aspek yang paling diperhatikan dalam simulasi kali ini.

Setiap warga yang hendak menyalurkan hak suara terlebih dahulu mencuci tangan dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Demikian diutarakan Ketua KPUD Kepulauan Meranti, Abu Hamid kepada TPC, Sabtu (21/11/2020) pagi.


Menurutnya selain penerapan protokol kesehatan, pembatasan jumlah pemilih juga dilakukan demi mencegah terjadinya kerumunan.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI Ke-72, Pemcam Tebing Tinggi Adakan Berbagai Kegiatan

“Setiap pemilih kita minta untuk menggunakan masker, sarung tangan serta menjaga jarak selama proses pencoblosan,” ungkapnya.

Nantinya kata Abu Hamid, waktu pencoblosan dimulai pukul 07.00 Wib hingga 13.00 Wib. Kendati begitu, ia memastikan proses penerapan prokes tidak akan memakan waktu lama.

“Yang diwajibkan saat ini memang penerapan prokes itu. Ya mudah-mudahan tidak memakan waktu,” ujarnya.

Pantauan dilapangan, tidak hanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, KPUD Kepulauan Meranti juga menggelar simulasi penghitungan surat suara menggunakan aplikasi sistem informasi rekapitulasi atau Sirekap.

Baca Juga :  Desa Topang akan Dapat Bantuan CSR PT Timah Usai Pemilu 2019

Aplikasi tersebut sengaja diterapkan untuk meminimalisasi kontak fisik. Selain itu sistem Sirekap tersebut juga dinilai lebih cepat dan efisien sehingga diharapkan mampu meminimalisir kesalahan penghitungan.

Sirekap sendiri merupakan sistem aplikasi yang berguna untuk membaca dan mengonversi data rekapitulasi. Data dikonversi dari bentuk fisik yakni formulir C1 Plano menjadi data elektronik.

“Simulasi kali ini diharapkan menjadi contoh dalam proses pemungutan dan penghitungan surat suara pada 9 Desember mendatang,” pungkasnya.

Kapolres Meranti AKBP Eko didampingi Komisioner Bawaslu Rommy Indra melihat warga mencuci tangan usai lakukan simulasi pencoblosan (Dhamean Hasibuan)


360 Personil Kawal Proses Pencoblosan

Baca Juga :  Bupati Meranti Silahturahmi Bersama Keluarga Besar SMKN I Selatpanjang, Sempena Peringatan Hari Guru Ke-73 Tahun 2018

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK terlihat hadir memantau proses simulasi guna berjalan sesuai protokol kesehatan.

Selain itu, simulasi ini juga bertujuan untuk memantapkan proses pengamanan pada 450 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar se-Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Pilkada tahun ini berbeda dari sebelumnya. Saat ini kita harus memproritaskan kesehatan masyarakat agar tidak muncul cluster Pilkada,” imbuhnya.

Dilapangan nantinya jelas EKo, jumlah personil yang dikerahkan sebanyak 360 orang, jumlah tersebut termasuk 80 personil dari satuan Brimom Polda Riau.

“Menjelang pencoblosan nantinya, kita mendapat bantuan personil dari Kapolda Riau. Ada 80 satuan Brimob Polda ikut mengamankan, jadi totalnya 360 personil,” ucapnya. (A04/19)

Editor     : Dhamean Hasibuan
Sumber : TPC
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: