Inhil

Ganda Mora, Aktivis Lingkungan : KLHK Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap Pencemaran Lingkungan Oleh PT.Bayas Boifuels

Ganda Mora, Aktivis Lingkungan : KLHK Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap Pencemaran Lingkungan Oleh PT.Bayas Boifuels
FOTO FILE : Sungai Indragiri yang tercemar limbah cair B3 PT.Bayas Boifuels. Foto : redaksi tiraipesisir.com

INHIL,TIRAIPESISIR.COM-Penanganan kasus limbah B3 PT.Bayas Biofuels dinilai tidak serius dan terkesan pembiaran. Limpahan limbah B3 mencemari sekitar pabrik cukup memprihatinkan, selain mencemari lingkungan sekitar, limbah B3 juga mencemari sungai Indragiri.

Areal pebrik pernah disegel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), namun kini segel sudah dicabut dan pembuangan limbah perusahaan ini semakin mengkhawatirkan warga.


Pencemaran lingkungan tersebut dikabarkan sudah berlangsung cukup lama dan secara terus menerus dalam waktu yang lama, bahkan sudah merembes ke dua sungai besar di Inhil.

Hal itu terungkap saat aktivis lingkungan independen dari lembaga IPSPK3-RI, Ir.Ganda Mora.M.Si, kelokasi, pada Jumat (21/11/20) sore.


Terpantau, air limbah mencemari lingkungan, air limbah B3 itu bersumber dari rembesan limbah pengolahan biofule yang diduga berasal dari kolam penampungan limbah PT.Bayas Biofuels, dan ada juga yang langsung dialirkan ke Sungai Indragiri.

“Limbah mencemari lahan warga, kuat dugaan limbah ini dengan sengaja dibuang ke sungai Batang Kuantan atau Sungai Indragiri di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir,” kata Ganda.

Baca Juga :  Kapolri,Jenderal Tito Karnavian Sertijab Kapolda Riau,Irjen Pol Nandang Kepada Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo di Mabes Polri

Hal ini cukup memprihatikan mengingat pengolahan Crud plan oil untuk bahan biodiesel 20 tersebut menggunakan bahan kimia methanol sodium methyl untuk memurnikan atau proses trsnsferifikasi, sehingga bila limbahnya tidak ditangani dengan baik maka akan mencemari lingkungan.

“Terutama residu bahan kimianya, sehingga bahan beracun dan berbahaya (B3) akan masuk kedalam tanah dan mencemari air yang mengakibatkan terganggunya kesehatan masyarakat dan membunuh ekosistem didalam sungai,” kata Ganda lagi.

Lebih lanjut Ganda menyampaikannya, bahwa PT.Bayas Biofuels diduga tidak memiliki izin pembuangan limbah cair dan izin penyimpanan limbah sementara. Selain itu, kami duga perusahaan tidak memiliki izin kelayakan operasi dari kementerian ESDM, sehingga di lapangan tidak ditemukan instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang memadai.

“Pembiaran tersebut diduga melanggar Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, BaB 3 Pasal 93 dimana dilarang membuang bahan beracun dan berbahaya ke dalam lingkungan dan diancam hukuman pidana dan perdata,” terangnya.

Lebih lanjut Ganda menyebutkan, ancaman perusakan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat cukup serius, oleh karena pengelolaan limbah B3 yang tidak serius, dimana pihak perusahaan hanya ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya namun merugikan masyarakat dan mengakibatkan lingkungan tercemar. Kita tetap mendukung terkait sokongan bahan baku untuk industri biosolar 20 persen untuk Pertamina, namun harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup harus seimbang.

Baca Juga :  Bupati Inhil,HM.Wardan Hadiri Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

“Maka itu kami dari aktivis meminta kepada Menteri LHK dan Kepolisian untuk menghentikan sementara pabrik tersebut sampai pengelolaan lingkungannya diperbaiki,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, kata Ganda lagi, kami telah melaporkan peristiwa tersebut, sesuai dengan UU No 32 tahun 2009, perusahaan telah melakukan pelanggran. “Untuk itu kami sudah melaporkan perusahaan PT.Bayas Biofule ke Menteri KLHK dan Kabareskrim dengan Nomor Laporan : Nomor 70/laporan-IPSPK3-RI/VII/2020, tertanggal 16 Juli 2020 tentang laporan pencemaran lingkungan oleh PT.bayas Biofuels,” sebut Ganda kepada redaksi tiraipesisir.com dan pesisirnusantaranews.com, Senin (23/11/2020) sembari menuturkan dengan beroperasinya pabrik dan tidak melakukan penanganan lingkungan yang baik, kami menduga pihak KLHK melakukan pembiaran terhadap pembuangan limbah cair B3 PT.Bayas Biofuels ke Sungai Indragiri.

Baca Juga :  Jajaran Polres Labuhanbatu Ikuti Lomba Baca Al-Quran

“Sebelumnya, penyegelan telah dilakukan KLHK wilayah Sumatera II, menyusul adanya indikasi perusahaan tidak melakukan penanganan limbah B3 jenis spent bleacing earth,” tandas Ganda.

Kepala Balai Gakkum Kementerian LHK Wilayah Sumatera, Edward Hutapea, yang coba dikonfirmasi redaksi, Senin (23/11/2020) sekira pukul 19:50 Wib, melalui pesan WhatsApp ke nomor kontak 0812 7613….terkait limbah cair B3 PT.Bayas Biofuels yang dibuang ke Sungai Indragiri, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, membenarkan limbah perusahaan tersebut dibuang ke Sungai Indragiri.

“Ya Pak Zai, proses pemberkasan masih berjalan,” kata Edward.

“Ditanya lagi, Loh, masih dalam proses pemberkasan kok bisa terus produksi pak,” jawab Edward, mohon dikonfirmasi dengan pemberi izin pak, mereka yang berwenang dan menurut ini sudah mereka (Pemda) kaji, ini kasus berbeda antara perbuatan pidana dengan pelanggaran izin.

“Masalah masih produksi silahkan ditanya dengan Pemda, yang kami sidik adalah dugaan perbuatan pidananya, terkait penghentian bukan ranah kami,” terang Edward.

Editor     : Red/A01/09/Zai
Sumber : Ketum Lembaga IPSPK3-RI
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: