Nasional

Si Penjual ‘Sabun Keliling’ Berharta Rp 11 Triliun

Si Penjual ‘Sabun Keliling’ Berharta Rp 11 Triliun

JAKARTA, TIRAIPESISIR.COM – Meski dimulai dari skala kecil, segalanya akan membesar jika dibangun secara konsisten. Seperti halnya yang dilakukan Harjo Sutanto, juragan sabun yang masuk daftar Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Seperti diketahui, Harjo Sutanto merupakan bos besar dari salah satu produsen deterjen terbesar tanah air, Wings Group. Produk-produknya menjadi produk yang lumayan laris dan menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.


Sebut saja pasta gigi bermerk Ciptadent, deterjen cuci bermerek So Klin, berbagai jenis perawatan tubuh Emeron, atau sampo Zinc. Karena fokus produksinya sejak awal adalah deterjen, maka nama ‘Wings’ telah terasosiasi dengan dunia persabunan.

Seiring berjalannya waktu, Wings Group tak cuma memproduksi sabun-sabunan semata, melainkan juga melebarkan sayapnya hingga ke produksi makanan dan minuman, seperti Teh Javana, Teh Rio, Jas Jus, Krisbee, J-Cone, hingga laku.

Baca Juga :  Pemilik Situs "www.nikahsiri.com" Akhirnya Dibekuk Polisi

Alhasil, berkat lebarnya sayap bisnis perusahaan miliknya, Harjo Sutanto berhasil menjadi salah satu orang terkaya RI versi Forbes. Meski usianya kini telah memasuki 94 tahun, harta kekayaan Harjo sungguh melimpah.


Sebagaimana catatan Forbes, kekayaan bersih Harjo mencapai 810 juta dolar AS atau senilai Rp 11 triliun (kurs: Rp 14.048). Pria asal Surabaya itu bahkan dijuluki sebagai “Kakek terkaya RI”.
Padahal, jika mau melihat masa lalu, Harjo Sutanto perlu melewati proses panjang yang sungguh pahit dan sangat terjal.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Kabupaten Tapsel Gelar FGD

Seperti disebutkan di awal, Harjo memulai segalanya dari kecil.
Kini boleh kita menyebutkan sebagai bos sabun RI, tetapi dahulu kala, Harjo merupakan seorang penjual sabun door-to-door. Sabun-sabun itu ia buat sendiri dengan seorang temannya, Ferdinand Katuari.

Bersama Ferdinand, Harjo mesti berkeliling dari pintu ke pintu untuk menggaet pelanggan. Kejadian itu terjadi 60 tahun lalu. Tak pelak ia kerap mendapatkan penolakan dari pemilik rumah yang ia datangi.

Namun, semangat keduanya tak pernah pudar. Harjo dan Ferdinand terus bekerja keras memasarkan produk buatannya ke segala tempat. Bahkan, mereka mulai berani mendekati agen-agen penjual sabun agar mau memasarkan produk mereka.

Akhirnya, sabun buatan Harjo dan Ferdinand berhasil dikenal pasar dan mulai diperhitungkan. Setelah mulai sedikit membesar, Ferdinand dan Harjo mulai berani membuat pabrik kecil-kecilan bernama Fa Wings pada 21 September 1948 di kampung halamannya, Surabaya.

Baca Juga :  Dualisme Rektor Mahasiswa Jadi Korban

Dengan hadirnya pabrik, produk Fa Wings terus melejit tahun demi tahun. Hingga akhirnya, pada 1991 nama Fa Wings berganti menjadi Wings Surya. Setahun sebelumnya, Wings juga melakukan kerjasama produksi dengan Lion Corporation Jepang dan lahirlah PT Lion Wings.

Sejak saat itu, produk-produk Wings mulai menasional dan menjadi deterjen primadona Tanah Air. Si tukang sabun rumahan pun kini tak perlu lagi menggedor pintu rumah orang agar dapat uang, ia justru bersulih menjadi Crazy Rich Surabayan.

Editor     : Redaksi
Sumber : Kumparan
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: