Hukrim

Dibunuh,Mayat Maraden Sianipar Ditemukan Diparit Perkebunan PT SAB/KSU AMELIA Panai Hilir

Dibunuh,Mayat Maraden Sianipar Ditemukan Diparit Perkebunan PT SAB/KSU AMELIA Panai Hilir
Foto : Mayat Maraden Sianipar ditemukan warga diparit perkebunan kelapa sawit PT.SAB/KSU AMELIA,Rabu (30/10). Foto : Budi Hermansyah Saragih/tiraipesisir.com

LABUHANBATU,TIRAIPESISIR.COM-Warga Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dihebohkan atas penemuan sesosok mayat diparit perkebunan kelapa sawit yang konon disebut PT SAB/KSU AMELIA, Rabu, Tanggal, (30/10).


Mayat tersebut, ditemukan, Rabu, Tanggal, (30/10), seputaran pukul, 18.00 wib usai kedua teman nya melapor kekantor Kepolisian Sektor Panai Hilir lantaran merasa ada yang aneh alias putus kontak telepon selama satu harian.

Foto : Budi Hermansyah Saragih/tiraipesisir.com

Seulas hasil keterangan yang berhasil dirangkum awak tiraipesiair.com, Sumber sahabat korban bernama panggilan pak Bintang Siregar :

“Benar bang, korban tersebut bernama Maraden Sianipar, beliau kemarin sempat Caleg dari partai Nasdem, dia teman saya, dia tinggal di Rantauprapat, sadis bang, dia dibunuh, luka bacok dan tusukan sangat mengenaskan, saya tidak menduga semua ini.


“Awal nya, kami mau empat orang masuk ke dalam areal perkebunan PT SAB/KSU AMELIA itu, Yakni, Pak Burhan, Pak Sanjai, Korban dan saya sendiri.

Baca Juga :  Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Gratifikasi, Bupati Irwan Nasir : Biarkan Sani Cs Bermain Akrobat

“Saya dan pak Burhan menunggu disebuah warung kopi desa Wonosari. Tak lama korban dan pak sanjai pun datang berboncengan, seiring duduk dan kami pun bercerita.

“Sekitar pukul, 13.00 wib, korban melarang kami ikut masuk kedalam perkebunan bernada, “BIAR KAMI BERDUA SAMA PAK SANJAI SAJA YANG MASUK KEDALAM, KALIAN GAK USAH IKUT, SAYA PINJAM KERETA PAK BURHAN YA” Itulah kata ucapan terakhir korban.

“Usai mengucapkan kata tersebut, korban langsung mengengkol sepeda motor nya lanjut mengajak pak sanjai boncengan melihat situasi kedalam perkebunan PT SAB/KSU AMELIA.

“Pukul, 15.00 wib, korban sempat mengabari saya lewat telpon, menanyakan jumlah keseluruhan uang buah kelapa sawit yang telah terjual. Namun, seputar pukul, 16.00 wib Hp korban saya hubungi tidak mengangkat, “AKTIF TAPI TIDAK DIANGKAT” sampai berpuluh kali,

Baca Juga :  Terkait Dugaan Kontraktor Roro di Meranti Gunakan BBM SUBSIDI,Kapolres Meranti Akan Perintahkan Personilnya Lakukan Lidik

“Saya merasa ada yang aneh, telpon saya kok gak diangkat, hingga saya dan pak burhan memutuskan menunggu sampai esok hari,

“Esok hari nya, sekitaran pukul, 15.00 wib saya dan pak burhan tak juga kunjung kabar. Akhir nya memutuskan melapor kekantor Kepolisian Sektor Panai Hilir,

“Usai melapor, kami dan personil kepolisian polsek panai hilir serta dibantu pihak TNI Koramil 03/SB masuk melihat kedalam. Sungguh naas, korban ditemukan tidak bernyawa tergeletak di parit areal belakang Mess perkebunan,

“Mayat korban pertama kali dilihat Aiptu Denwardi, selanjutnya bersama pihak TNI mengangkat nya keatas.

“Usai mayat nya dibungkus kedalam kantong plastik, kami sempat bermusyawarah mencari keberadaan teman nya pak sanjai. Namun, lantaran hari sudah malam, kami pun memutuskan untuk menghentikan pencarian,

“Sebelum nya, Senin, Tanggal, (28/10) lalu, saya melihat tiga orang lelaki berdiri di palang kebun sedang menjinjing senjata tajam, mereka melarang Jetor pengangkut buah kelapa sawit keluar masuk itulah kenapa saya sempat melarang korban jangan dulu masuk, Tutup pak Bintang sumber saksi.

Baca Juga :  Hendak Nyedot Sabu,2 Bandit Kampung ini Keburu Diciduk Polsek NA IX-X

Hingga saat ini teman korban bernama pak sanjai belum ditemukan, Telpon seluler nya tidak aktif dihubungi.

Kepada Wartawan, Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto membenarkan penemuan tersebut.

“Ia benar ada korban tewas diduga dibunuh pakai senjata tajam. Luka korban cukup parah, kita temukan diparit perkebunan.

“Masih dalam penyelidikan, kita terus berupaya agar palaku nya dapat segera terungkap, Tutup Kapolsek.

Hingga pagi ini pihak kepolisian dan TNI serta warga terus melakukan pencarian terkait misteri teman korban, berbagai opini terbangun dalam benak publik berharap ia segera ditemukan. (BHS).
Editor : Dhamean Hasibuan


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: