Hukrim

Danrem Minta Warga Hentikan Dukungan Terhadap Kelompok MIT Poso

Danrem Minta Warga Hentikan Dukungan Terhadap Kelompok MIT Poso
Foto : Dandrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, Minggu (29/11).

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Dandrem mengimbau agar masyarakat Sulawesi Tengah tidak lagi membantu menyediakan bahan makanan dan informasi ke Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Hentikan dukungan terhadap MIT, logistik, informasi dan perkuat benteng kita sebagai garda bangsa ini,” kata Dandrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, Minggu (29/11).


Ia menjelaskan saat ini masyarakat belum aktif menginformasikan kepada polisi ketika melihat DPO MIT Poso.

“Jangan lagi terjadi seperti kejadian di Kelurahan Mamboro, Kota Palu, ada dua DPO yang tidak dilaporkan,” sebutnya.


Secara tegas Farid mengatakan, ideologi MIT Poso bukan memperjuangkan Islam dan tidak ada ajaran Islam yang melakukan tindakan-tindakan sampai menghilangkan nyawa dengan cara yang sadis.

Baca Juga :  Benny Wenda Deklarasikan Pemerintahan Sementara Papua Barat, Mahfud: Makar

“Tugas kami adalah memperkuat pasukan Tinombala dan harapannya warga jangan lagi bantu MIT,” katanya.

Menurutnya, operasi Tinombala yanga terus dilakukan saat ini jadi salah satu penyebab pindahnya kelompok MIT Poso dari sebelumnya di Kabupaten Poso ke Kabupaten Sigi.

“Mereka merasa terancam sehingga berusaha mencari jalur yang lain. Pasukan kita sangat banyak di sana dan jalur-jalur klasik mereka sudah kami duduki,” ujarnya.

Saat ini pengejaran oleh Satgas Tinombala pun kembali difokuskan di wilayah Sigi dengan melakukan pengintaian dan berusaha mengejar kelompok MIT Poso.

Baca Juga :  Ijtima Ulama Rekomendasikan Duet Capres Prabowo-Abdul Somad

“Kita berharap secepatnya kelompok MIT ini didapat,” katanya.

Farid kembali meluruskan bahwa kejadian tersebut tidak ada masalah SARA, namun murni dilakukan oleh Kelompok MIT Poso yang ingin melaksanakan Amaliyah untuk menunjukkan eksitensinya.

“Video pembakaran yang beredar itu bukan video pembakaran yang terjadi di TKP Desa Lembantongoa,” katanya. (A01/AH.01)

Editor     : Zai
Sumber : Kumparan
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: