Bengkalis

Dana Untuk DLHK dan KLHK Cukup Banyak Namun Perambahan Hutan Terus Berlanjut

Dana Untuk DLHK dan KLHK Cukup Banyak Namun Perambahan Hutan Terus Berlanjut
FOTO FILE : Ratusan kubik kayu ilegal yang sedang dikeluarkan melalui kanal perkebunan, diduga kayu tersebut berasal dari hutan produksi tetap Bukit Batu dan Giam Siak Kecil. Foto : redaksi, Selasa (24/11/2020).

BENGKALIS,TIRAIPESISIR.COM-Perambahan hutan negara terus berlanjut dan kelihatan kurang menemukan hambatan bagi sipelaku illegal loging itu, hutan terdeporestasi terus menerus sepanjang tahun, hingga merusak kawasan hutan ribuan hektar. Kayu-kayu ditumbang di kawasan hutan produksi tetap seperti di Bukit Batu dan Giam Siak Kecil yang merupakan wilayah kerja Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, KPH Bengkalis dan Balai Penegakan Hukum Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kayu illegal dilangsir menggunakan kanal-kanal perkebunan yang berada dalam kawasan hutan di Desa Lubuk Gaung dan Sungai Limau, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.


Salah satu Sumber warga Sungai Linau yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, bahwa illegal loging di desanya cukup banyak perharinya memproduksi kayu sedikitnya mencapai lima hingga sepuluh truk. “Kayu-kayu olahan diangkut keluar dari desa untuk di jual,” ujar Sumber kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga :  Plt Kepala Bappeda Yuhelmi, “E-Planning Juga Diterapkan untuk Pokir Anggota DPRD”

Lanjut Sumber memaparkan, ia sering melihat Dinas Kehutanan maupun Gakum turun ke lokasi. Anehnya, bukannya menghentikan perambahan hutan, namun malah menjadi jadi. Akibat perambahan hutan, kata dia, desanya sering mengalami banjir hingga menggenangi rumah-rumah warga. “Saya heran, apa saja tindakan pihak DLHK dan KLHK terhadap ilegal loging itu,” sebutnya.


Atas laporan warga pihak aktivis lingkungan mendatangi lokasi perambahan hutan dan menemukan ratusan kubik kayu ilegal yang sedang dikeluarkan melalui kanal perkebunan, diduga kayu tersebut berasal dari hutan produksi tetap Bukit Batu dan Giam Siak Kecil.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis,Amril Mukminin : Tahap Pertama Pembangunan Jalan Gajah Mada di Kecamatan Pinggir Dimulai Tahun 2019

“Kita sangat prihatin atas perusakan hutan dan lingkungan yang dilakukan dengan leluasa seakan tanpa hambatan dan sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Riau dan juga terhadap kinerja Balai penegakan hukum ( Gakum) yang melakukan pembiaran terhadap perambahan hutan tersebut. Uang negara cukup banyak habis untuk melakukan kegiatan namun perambahan hutan terus berlanjut,” kata Ir.Ganda Mora,M.Si Ketua Umum Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberatas korupsi, kolusi, Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (Lembaga IPSPK3-RI).

Baca Juga :  Indrawan Sukmana : Tidak Pernah Memberi Keterangan Apapun Kepada Wartawan

Ganda Mora, yang juga aktivis Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA-JP) Provinsi Riau itu berharap kepada pihak Direskrimsus dapat menangkap para perambah hutan tersebut. “Agar perusakan hutan tidak berkelanjutan, dan menghimbau kepada DLHK dan KLHK menjaga hutan tetap terjaga, sehingga kawasan hutan yang masih berhutan bisa tetap utuh,” imbuhnya.

Kepala DLKH Provinsi Riau, DR.Ir.Mamun Murod,MM,MH ketika disampaikan redaksi terkait maraknya penebangan hutan di Desa Lubuk Gaung, Sungai Limau, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, dan dilangsir melalui kanal-kanal perkebunan yang ada di wilayah itu mengatakan berterimakasih atas informasi itu.

“Saya berterimakasih sudah diinfokan, tindakan akan dipelajari,” katanya. (Red/A01/09)

Editor     : Zai
Sumber : Ketum Lembaga IPSPK3-RI
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: