Kepulauan Meranti

Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti, BRG Bangun Sumur Bor di Lahan Gambut

Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti, BRG Bangun Sumur Bor di Lahan Gambut

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Badan Restorasi Gambut (BRG) membangun sebanyak 17 unit sumur bor di 2 desa di Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya di Hutan Desa Tenan dan Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Pembangunan ini untuk mengantisipasi kebakaran hutan di wilayah tersebut.

BRG juga telah melaksanakan kegiatan revegetasi atau penanaman kembali dan juga melakukan pembangunan sekat kanal dengan tujuan mengembalikan fungsi gambut seperti semula.


“Sekat kanal ini bertujuan untuk membantu menjaga kondisi intensitas air. Karena tanpa sekat, dalam sepekan tidak hujan, aliran bisa kering. Sekat juga dapat menjaga kebersihan air secara alami,” kata Kasubpokja Bada Restorasi Gambut (BRG) Riau Sarjono Budi Subechi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Pemkab Meranti Kembali Buka Permohonan Beasiswa D3 Hingga S2 Tahun 2020

Dikatakan dua desa itu merupakan sebagian besar wilayah yang memiliki lahan gambut yang luas. Menurut BRG dua desa itu juga menjadi garda terdepan dalam proteksi lahan gambut serta pencegahan terjadinya kebakaran lahan.

Pemasangan sumur bor di dua desa tersebut karena dianggap salah satu lokasi rawan kebakaran gambut di Kepulauan Meranti.


Sementara itu Kepala Seksi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan pembangunan sumur bor tersebut dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera yang sebelumnya dilakukan survei oleh BPBD Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Penerapan Protokol Kesehatan dan Penegakkan Hukum, Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Laksanakan Operasi Yustisi

Dikatakan, dengan hadirnya sumur bor ini penanganan restorasi gambut di klaim akan lebih cepat. Serta dapat memberikan respon cepat terhadap aksi restorasi pada lokasi-lokasi penting rawan kebakaran.

“Daerah itu rawan kebakaran dan sangat sulit air apalagi masuk musim kering. Sumur bor itu memang sengaja dibuat ditengah hutan, jadi ketika terjadi kebakaran kita tinggal pasang mesin. Sebelumnya itu kita harus menggali sumur, memang disana ada blocking kanal tapi tidak maksimal juga,” ujarnya.(B015/09)

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Unjukrasa ke Kantor DPRD Kepulauan Meranti

Editor : Agus Salim Hs


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: