Kepulauan Meranti

BPBD Meranti dan BKSDA Riau Lepas Buaya Liar Berukuran 1,5 Meter

BPBD Meranti dan BKSDA Riau Lepas Buaya Liar Berukuran 1,5 Meter

MERANTI, TIRAIPESISIR.COM – Seekor buaya muara telah berhasil dilepas liarkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau pada Jumat (13/11/2020) malam.

Buaya muara berukuran 1,5 meter ini sebelumnya ditangkap oleh pihak BPBD Kepulauan Meranti bersama dengan masyarakat karena telah lama berkeliaran dekat dengan pemukiman warga di Desa Maini, Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat.


Kepala Seksi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti, Ekaliptus mengatakan keberadaan buaya tersebut telah meresahkan warga sekitar sebulan lebih.

“Kehadiran buaya itu telah meresahkan warga sebulan lebih, dia makan itik, ayam warga, jadi buaya itu sampai masuk ke kandang ternak warga,” ujar Ekaliptus, Minggu (15/11/2020) malam.

Untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban, laporan masyarakat tersebut kemudian ditindak lanjuti pihak BPBD Kepulauan Meranti dengan memasang jerat untuk menangkap buaya tersebut.


Bahkan kehadiran buaya sempat semakin mengkhawatirkan karena dekat dengan salah satu sekolah yang ada di sana.

“Posisinya depan sekolah, takutbya anak-anak makanya masyarakat resah.Jadi pada Kamis malam kemarin kita sudah pasang perangkap, dan ketika air pasang, buaya masuk jerat yang kita buat dan kita amankan,” ujarnya.

Setelah buaya tersebut diamankan di kantor BPBD Kepulauan Meranti, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan BKSDA untuk penanganan buaya tersebut. Megingat untuk penanganan buaya tersebuttetap menjadi kewenangan BKSDA.

“1 orang pihak BKSDA kemudian datang kemudian kita lepaskan lagi ke habitatnya. Kita lepaskan di ujung sungai daerah yang memang habitatnya dan yang pasti jauh dari pemukiman masyarakat,” jelasnya.

Dia mengakui sejauh ini sejumlah laporan maupun keluhan terkait kahdiran buaya di sejumlah lokasi memang telah diterima pihaknya.

Hanya saja dirinya mengatakan hal tersebut tetap ditindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak BKSDA sebagai pihak yang berwenang.

“Kita sudah sampaikan ke mereka (BKSDA), mereka mau menyusun tim katanya. Karena ada beberapa daerah yang melapor seperti di daerah Lalang, bahkan di sana itu sempat buaya mau menyerang warga di atas sampan,” tuturnya.

Laporan-laporan tersebut bahkan dikatakan Ekaliptus semakin banyak beberapa waktu terakhir.

“Kemunculan buaya ini memang semakin banyak sekitar 4 bulan terakhir, sehingga kita tetap teruskan ke pihak BKSDA,” tuturnya.

Ekaliptus mengatakan sembari tim yang berwenang melaksanakan tugasnya, kepada masyarakat tetap diminta untuk waspada khususnya saat berada di dekat daerah rawa maupun perairan keruh saat beraktivitas.

“Pantai-pantai agak mengkhawatirkan sekarang banyak yang nyerang sekarang. Kita juga tidak tahu penyebabnya karena sebarannya makin banyak. Jadi kepada masyarakat tetap waspada,” pungkasnya. (A04/19)

Editor     :
Sumber :
author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: