Kepulauan Meranti

Baznas Provinsi Riau Salurkan Bantuan Ekonomi Kreatif Sebesar Rp 300 Juta ke 64 Mustahiq

Baznas Provinsi Riau Salurkan Bantuan Ekonomi Kreatif Sebesar Rp 300 Juta ke 64 Mustahiq

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan bantuan sebesar Rp 300 juta ke Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk meningkatkan produktivitas bagi kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah itu saat terjadi Pandemik Covid-19.

Penyerahan bantuan program pemberdayaan ekonomi kreatif Baznas Provinsi Riau itu dilaksanakan di Kantor Baznas Kepulauan Meranti, Rabu (21/10/2020)


Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau Dr. Yahanan, M. Sy, Kepala Bagian Pendistribusian Baznas Provinsi Riau, Musliadi, S.Ag, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti H Rosdaner SPd, Ketua Baznas Kepulauan Meranti Sunarto SAg dan Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti, Bagian Distribusi, H Abdul Karim Z.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti Sunarto mengatakan Baznas Riau sebelumnya telah menerima berkas pengajuan proposal dari Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk modal usaha dan setelah melalui penilaian maka bantuan pengembangan usaha itu sebesar Rp300 juta itu sudah dapat disalurkan.

“Dengan disalurkannya bantuan modal dari Baznas Provinsi Riau itu, maka kelompok usaha di daerah ini bisa berdaya untuk mengangkat ekonomi dan memenuhi kebutuhan hidup terutama masih menghadapi dampak Covid-19,” katanya.


Bantuan yang disalurkan agar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan serta memenuhi kebutuhan hidup penerima zakat atau mustahik.

Dikatakan ada beberapa program yang sudah diverifikasi diantaranya kelompok tani singkong di Tebingtinggi Barat, kelompok usaha transportasi penyeberangan Kempang di Rangsang Barat, lumbung padi dan unit usaha lainnya seperti perbengkelan, pangkas rambut, warung, usaha menjahit dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Anggota PKK Yang Bertugas Pada Pilgubri 2018 Telah Dilantik

“Usaha produktif ini ada 44 kelompok, jadi dari jumlah tersebut jumlah pemanfaatnya itu sebanyak 64 mustahik,” kata Sunarto.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti itu juga menjelaskan jika Baznas juga ikut bertanggungjawab menuntaskan kemiskinan bersama pemerintah. Dimana diketahui, program yang diluncurkan oleh Baznas sangat banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Baznas itu punya tanggung jawab 1 persen untuk mengentaskan kemiskinan. Kita punya tanggung jawab untuk itu dan bergerak bersama-sama pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten. Karenanya kami mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk bagaimana program-program ini yang memang langsung menyentuh terhadap masyarakat yang ekonominya rendah karena agama kita mengatur sedemikian rupa tentang siapa yang berhak untuk menerima harta zakat itu sudah jelas disini tapi skala prioritas adalah fakir dan miskin. Baznas sangat berterimakasi ke Baznas Provinsi Riau yang telah mendistribusikan bantuan ini, tentunya dalam hal ini meningkatkan ekonomi masyarakat kesejahteraan masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Ditambahkan Sunarto, Baznas juga tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada dukungan dari pihak luar atau ada pihak yang ingin berzakat ataupun muzzaki.

“Jadi program Baznas itu tidak akan bisa terlaksana dengan baik dengan sukses tanpa didukung oleh semua elemen masyarakat pemerintah maupun swasta dan sebagainya. Baznas itu tidak akan bisa apa-apa kalau tidak ada orang yang berzakat dan ini karena ada para muzakki yang menitipkan dananya kemudian kami itu menyalurkan sebagai media saja sarana simpan sebentar dan kemudian dana itu kita salurkan di tengah-tengah masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan itu yang itu sesuai dengan syariat Islam dan kami punya SOP tentang itu siapa yang berhak untuk menerima. Dimana kita tidak langsung menyalurkan, melainkan ada semacam survei yang kita lakukan dan baru dieksekusi,” ujarnya.

Baca Juga :  Koramil 02/Tebingtingg dan Kodim 0303/Bengkalis Laksanakan Patroli Karhutla

Sunarto juga mengatakan jika pihaknya hampir setiap hari menyalurkan bantuan kepada para masyarakat miskin dan kurang mampu melalui beberapa program andalan Baznas yang telah dicanangkan sejak dulu.

“Baznas Kepulauan Meranti hampir setiap hari menyalurkan bantuan melalui beberapa program. Mulai dari program Meranti Sehat, Meranti Makmur dan lainnya. Bahkan dalam pandemi ini sering banyak musafir yang meminta bantuan, kita tidak serta merta memberikan takutnya ada semacam modus, bahkan ada yang non muslim yang mengajukan bantuan kesini. Untuk saat ini kita prioritaskan dulu yang muslim, kecuali nanti ada lebih baru kita salurkan bantuan kemanusiaan,” ujarnya lagi.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti H Rosdaner SPd mengucapkan terimakasih kepada Baznas Provinsi Riau yang telah menyalurkan bantuan kepada para pelaku UKM. Menurutnya Baznas dan pemerintah juga harus saling bersinergi dalam membantu masyarakat.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Baznas Provinsi Riau. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya. Seperti yang disampaikan tadi kita harus bersinergi dan bergandengan tangan agar program yang dijalankan bisa berjalan dengan baik,” kata Rosdaner.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Laksanakan Patroli Karhutla

Sementara itu Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau Dr. Yahanan mengatakan tujuan dari bantuan ini adalah guna untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

“Kami punya amanah, dan tugas ini dari Allah bahwa kita semua hendaklah bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat, sehingga yang dulunya orang tersebut miskin dan meningkatkan taraf hidupnya minimal dia menjadi orang yang berinfak dan bersyukur,” kata Yahanan.

Dia juga mengatakan bahwa keberadaan Baznas ini tidak akan bisa lepas dari yang namanya pemerintah, karena baznas itu adalah lembaga pemerintahan non struktural dan hal itu dituangkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2011 juga ada PP nomor 14 tahun 2014 tentang pengumpulan dan pendistribusian zakat.

“Bahkan dalam undang-undang itu biaya operasional baznas ditanggung oleh APBD. Setidaknya Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti tidak lagi berada di papan bawah tapi akan menanjak sampai 5 besar bila perlu sampai 4 besar maka ini harapan kita bersama inilah perlu dukungan support dari pemerintah daerah tentunya. Mudah-mudahan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan Baznas akan membuat masyarakat Meranti lebih sejahtera,” pungkasnya.(B015/09)

Editor : Agus Salim Hs


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: