Kepulauan Meranti

Ayong : Kontraktor Ngaku Wartawan,Fadli Ketua DPC PWRI-B Meranti Angkat Bicara

Ayong : Kontraktor Ngaku Wartawan,Fadli Ketua DPC PWRI-B Meranti Angkat Bicara

Ayong : Kontraktor Ngaku Wartawan,Fadli Ketua DPC PWRI-B Meranti Angkat Bicara, Selasa 10 Oktober 2017 09:30 WIB (Foto : Misjan Tomy)

Penulis : Misjan Tomy


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM – Tidak terima dikonfirmasi awak media,terkait pekerjaan proyek pembangunan pengaman pantai pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang,Provinsi Riau di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti,Ayong ngaku dirinya juga wartawan.

“Saya juga wartawan,kamu mau apa,kamu kalau tidak senang sama saya ayok kita kejalan,apa wartawan pilih-pilih memberitakan,kenapa pekerjaan saya saja yang ditanya dan dinaikkan berita,pening kepala saya. Jangan sampai darah saya naik,”ujar Ayong kepada wartawan Media ini,Minggu (08/10/17) sore.

Baca Juga :  Polda Riau Gelar Sosialisasi Supervisi Polmas di Polresta Pekanbaru

Ketika media ini ingin mengetahui kewartawanannya,dengan meminta memperlihatkan Kartu Persnya,Ayong malah berkelah. “Saya punya KTA,tetapi KTA saya tinggal dirumah,”kelahnya mengelak.


Menyikapi masalah itu,Ketua Perkumpulan Wartawan Republik Indonesia Bersatu (PWRI-B) Kepulauan Meranti,Nurul Fadli sangat menyesalkan terhadap sikap dan prilaku seorang kontraktor yang terkesan arogan dan sombong itu,karena tidak bisa menjadi nara sumber yang baik ketika wartawan melakukan konfirmasi terkait pekerjaannya.

Fadli juga mengatakan,jika memang wartawan melakukan konfirmasi tidak sesuai etika si nara sumber bisa saja menolak. Tidak seperti ini,menunjukkan kehebatannya dan mengaku bahwa ia juga wartawan.

Baca Juga :  Ciptakan Rasa Aman Jalannya Pilkada 2020, Babinsa Koramil 02 Tebing Tinggi Giat Patroli Gabungan di Setiap Wilayah

“Pada dasarnya wartawan itu menulis dan mencari berita,konfirmasi serta check and recheck guna untuk perimbangan berita,wartawan bekerja professional,beretika dan berwawasan. Bukan untuk membentengi atau membeck-up aktifitas illegal yang berdampak terhadap pelemaahan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,”terang Padli menimpali ucapan Ayong yang ngaku-ngaku wartawan itu.

Menurut Fadli,Jika kontraktor itu seorang wartawan tentunya ia tau dan mengerti kerja serta tupoksi wartawan. Bukan harus menunjukkan emosinya yang sampai-sampai mengajak wartawan ngajak ke jalan adu jotos. Sungguh naib dan hina kalau seperti itu etika dan moral seseorang yang mengaku wartawan.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI Ke-72, Pemcam Tebing Tinggi Adakan Berbagai Kegiatan

“Kalau wartawan dijadikan benteng terhadap aktifitas illegal,banyak masyarakat Meranti ini yang ingin jadi wartawan,tinggal cetak Kartu Pers saja. Yang jelas,tugas wartawan itu adalah : pelayan informasi publik dengan menyajikan berita-berita yang aktual,tepat, benar dan objektif seperti berita yang terbit ini,”terang Fadli menjelaskan.***
Editor : Zainuddin/Pimpinan Redaksi


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: