Kepulauan Meranti

Ase Akui Ke Polisi Tidak Tahu Kenapa Kapal Pengangkut BBM Yang Diambil Dari APMSnya Meledak

Ase Akui Ke Polisi Tidak Tahu Kenapa Kapal Pengangkut BBM Yang Diambil Dari APMSnya Meledak

Penulis : Dhame & Tommy

Meranti,TiraiPesisir.com – Terkait meledaknya KM Sakni Anugrah GT/885/PPE kapal pengangkut BBM yang dipasok dari APMS Meranti Sejahtera milik Hekianto alias Ase di Pelabuhan Pelindo I Selatpanjang beberapa waktu lalu. Pihak Kepolisian Resor Kepulauan Meranti telah meminta keterangan pemilik usaha serta korban dari ledakan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Meranti Akp Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek melalui Kasat Reskrim Polres Meranti AKP Rusyandi Siregar S.Sos menyatakan Pemilik APMS Meranti Sejahtera telah diminta keterangan,hasilnya Hekianto alias Ase tidak mengetahui sebab meledaknya kapal tersebut.


“Yang bersangkutan mengetahui kejadian tersebut dari anggotanya,dikarenakan saat kejadian dia tidak berada di TKP,dan korban juga sudah diminta keterangan,” terang Rusyandi saat dihubungi media ini melalui pesan Whatsappnya. Sabtu (25/11/17) pagi.

Baca Juga :  Tertangkap Polisi,Pria Pengangguran Di Selatpanjang Ini Dimasukkan Ke Jeruji Besi

Tragedi meledaknya kapal pengangkut BBM tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan pihak Kepolisian,apakah perbuatan tersebut ada unsur kelalaian Kapten Kapal atau tidak.

“Setelah semua saksi di mintai keterangan,kita akan sampaikan hasilnya,” jelasnya.

Salah satu korban ledakan


Sebelumnya,minggu (19/11/2017) lalu, Hekianto alias Ase pemilik APMS Meranti Sejahtera ketika dikonfirmasi media ini mengaku Kapal milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES ) Sungai Upih Kabupaten Kuala Kampar yang membawa minyak titipan di APMS miliknya ialah pesanan yang di ambil dari Pekanbaru, dengan jumlah 100 drum.


Namun pernyataan itu berbeda dengan pengakuan Rahim Atan yakni pengurus APMS Meranti Sejahtera yang dipercayai Ase ketika dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa, Kapal milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES ) ini sudah rutin membeli minyak dari AMPS milik Ase dan dibawa ke Kabupaten Pelalawan dengan muatan BBM sekitar 60 drum atau 10 KL minyak jenis premium subsidi.

Baca Juga :  Perangi Narkoba, Generasi Muda Penerus Bangsa

“Kami jual sesuai dengan harga Het satu drum Rp1.250.000 dan mereka sudah tiga atau empat kali membeli minyak disini. Alasannya kenapa diambil disini jika mereka mengambil minyak dari Pangkalan Kerinci, jarak tempuhnya jauh dan bahaya, sekarang minyak premium ini tidak lagi pakai kuota, siapa pun yang mau dan membutuhkan bisa membeli. Terlebih lagi dimeranti ini kora minyaknya sudah belebih,” ucap Rahim saat ditemui diselatpanjang,minggu (19/11/2017) siang.

Terkait izin,beber Rahim. Selama ini pihaknya menggunakan surat angkutan dari KSOP dan DO dari Pertamina langsung ke APMS.”Sebelumnya kita sudah koordinasi sama pihak pertamina, dan pertamina tidak ada masalah,kami juga sudah masuk surat tembusan kepada Kapolres Meranti, Disperindag Meranti dan Kapolres Pelalawan, KSOP Pelalawan, DPRD serta Bupati pelalawan, tidak ada masalah,” kata Rahim.

Baca Juga :  Wujudkan Kemanunggalan, Babinsa Laksanakan Goro Bedah Rumah di Kelurahan Selatpanjang Kota

Anehnya,meskipun kapal tersebut sudah berkali kali membawa minyak dari APMS Meranti Sejahtera ke Kabupaten Pelalawan, Usman YS Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Meranti, menyebutkan belum menandatangani buku izin angkutan kapal tersebut.

Kepala KSOP Selatpanjang Usman YS


“Kita belum menandatangani untuk olah geraknya kapal itu sudah meledak dipelabuhan,selama ini tidak ada masalah cuma saat ini aja nasib mereka lagi kurang baik. Kita hanya mengeluarkan SPB kalau harus ada izin yang lain lagi saya tidak tau,” sebutnya.

Disinggung terkait mekanisme atau izin kelayakan kapal tersebut digunakan untuk angkutan khusus BBM,ia tidak memberikan jawaban.”Saya haya menandatangani, kalau itu agen lah yang lebih tau,tidak mungkin pula saya harus mengecek itu,” lantangnya.***


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: